nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Xi Jinping: Segala Upaya Memecah Belah China Akan Berakhir dengan Kehancuran

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 14:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 14 18 2116646 xi-jinping-segala-upaya-memecah-belah-china-akan-berakhir-dengan-kehancuran-93E0DfpWxE.jpg Presiden China Xi Jinping. (Foto/Reuters)

BEIJING - Presiden China Xi Jinping mengatakan segala upaya untuk memecah belah China akan berakhir dengan kehancuran.

Komentar Xi Jinping saat ia mengunjungi acara kenegaraan ke Nepal pada Minggu (13/10), kata penyiar negara CCTV, China.

Baca juga: Demonstran Hong Kong Terekam Pukuli dan Coba Bakar Polisi dengan Molotov

Baca juga: Veby Mega Indah, Jurnalis Indonesia yang Liput Demo Hong Kong Buta Akibat Tembakan Polisi

Dia tidak menyebutkan wilayah tertentu tetapi mengarah sebagai peringatan bagi Hong Kong, yang sedang dilanda protes anti-pemerintah selama berbulan-bulan.

Foto/Reuters

Demonstrasi damai di Hong Kong kembali turun ke bentrokan pada Minggu. Stasiun transportasi umum dan toko-toko yang dianggap pro-Beijing rusak.

"Siapa pun yang mencoba untuk memisahkan dari China akan binasa, dengan tubuh mereka hancur dan tulang-tulang menjadi bubuk," kata Xi.

"Setiap kekuatan eksternal yang mendukung pemisahan China hanya dapat dianggap sebagai delusi oleh orang-orang China," katanya.

Sejak dimulainya gerakan protes Hong Kong empat bulan lalu, China menyalahkan kekuatan eksternal karena memicu kerusuhan, dan menuduh AS dan Inggris mencampuri urusan dalam negeri China.

Xi Jinping belum membuat komentar langsung tentang protes yang sedang berlangsung di Hong Kong, jadi ini akan dilihat sebagai peringatan yang jarang dan kuat.

Beijing sejauh ini mengatakan pihaknya meyakini kepolisian Hong Kong mampu menangani krisis. Tetapi pengunjuk rasa takut pemerintah pusat bisa mengirim pasukan untuk mengakhiri kekerasan di jalanan.

Ini dilihat sebagai skenario yang tidak mungkin karena konsekuensi serius. Beberapa pengamat percaya China akan mengulangi tindakan keras pada 1989 terhadap aktivis pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen di Beijing, yang tdiyakini menewaskan ratusan orang.

Hong Kong adalah bagian dari China, tetapi memiliki tingkat otonomi yang tinggi—ia memiliki sistem hukum dan keadilannya sendiri dan kebebasan yang jauh lebih banyak daripada yang dimiliki orang di China daratan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini