nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

El Mencho, Raja Narkoba Pembunuh Wanita Hamil dan Anak-Anak

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 21:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 14 18 2116849 el-mencho-raja-narkoba-pembunuh-wanita-hamil-dan-anak-anak-JeOgD8odZ9.jpg Nemesio Osegura Cernantes alias El Mencho. (Foto/CEN/The Sun)

MEXICO CITY - Raja narkoba Meksiko memerintahkan pembunuhan pada wanita hamil dan anak-anak dalam perang kartel kokain.

Nemesio Osegura Cervantes alias El Mencho, dijuluki penerus Joaquin Guzman alias el Chapo yang sudah ditangkap pemerintah AS.

El Mencho mengepalai organisasi kejahatan, Jalisco Nueva Generacion (CJNG). Organisasi itu menyelundupkan narkoba dari darat dan laut ke Amerika Serikat. Organisasi itu sering wanita dan anak-anak tanpa pandang bulu.

Melansir Daily Mail, Senin (12/10/2019) gambar terbaru menunjukkan para anggota CJNG mengenakan topeng badut sambil mengacungkan senjata di negara bagian Tamaulipas.

Bulan lalu 44 mayat—banyak dari mereka adalah wanita—ditemukan di sumur di negara bagian Jalisco di mana CJNG bermarkas.

Foto/CEN/Daily Mail

Mayat dimasukkan ke dalam 119 kantong plastik, dan pertama kali ditemukan karena penduduk setempat mengeluh bau busuk.

Baca juga: Komandan Polisi Meksiko Ditemukan Terpenggal Empat Hari Setelah Diculik Kartel Narkoba

Baca juga: Bos Pasukan Pembunuh Kartel Sinaloa Ditemukan Tewas di Ranjang Kekasih

Agen spesialis Badan Narkoba As (DEA) Kyle Mori mengatakan kepada saluran berita Univision, CJNG sangat kejam. Organisasi itu sering memenggal kepala, menghancurkan tubuh manusia dalam zat asam, eksekusi di depan publik, membunuh wanita dan anak-anak serta, meledakkan fasilitas.

“Itu terjadi hampir setiap hari. El Chapo kejam, tetapi El Mencho membawa tingkat kekejaman ke era baru,” kata dia.

Foto/CEN/Daily Mail

Ada 88 wanita yang terbunuh sejak Agustus, sebagian besar ditemukan di daerah-daerah CNJG berkuasa. Menurut laporan The Sun, beberapa wanita sedang hamil.

DEA sangat menginginkan Cervantes sehingga menawarkan hingga USD10 juta (sekira Rp141 juta) untuk siapa pun yang mengetahui informasi soal el Mencho.

"Dia adalah prioritas utama DEA," kata Matius Donahue, agen utama DEA di Meksiko mengatakan kepada CBS News.

Menembak helikopter

El Mencho telah mempersenjatai pasukannya dan siap untuk menghadapi siapa pun yang mencoba untuk mengganggu bisnis narkobanhya.

Donahue mengatakan pasukan El Mencho memiliki senjata kaliber besar, RPG, senjata kaliber 50. “Dia memiliki tim SWAT (pasukan khusus) sendiri, kata Donahue.

CJNG diduga telah menembak jatuh sebuah helikopter tentara Meksiko yang menewaskan enam orang. Mereka terlibat kasus menggantung orang di jalan, dan dikaitkan dengan beberapa kekerasan mematikan lainnya terhadap orang tak berdosa.

Laporan pemerintah Meksiko, ada ribuan pembunuhan akibat kekerasan perang kartel di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir, termasuk 94 kasus pembunuhan per hari.

El Mencho naik setelah Guzman yang berusia 62 tahun, mantan kepala Kartel Sinaloa dan dianggap sebagai raja narkoba paling kuat di dunia saat itu, dipenjara seumur hidup di pengadilan Brooklyn musim panas ini.

Guzman dijatuhi hukuman seumur hidup pada 17 Juli karena pelanggaran perdagangan narkoba dan diberikan 30 tambahan karena pelanggaran senjata api.

Melibatkan keluarga

Pihak berwenang mengatakan bahwa El Mencho mulai membangun kerajaannya setelah dia ditangkap atas tuduhan narkoba pada usia 19 di California, AS dan dideportasi kembali ke Meksiko. Saat itulah ia membentuk CJNG.

Baca juga: Perang Kartel Narkoba, Polisi Meksiko Temukan 9 Mayat Digantung dan 7 Dimutilasi

Kegiatannya yang menarik juga melibatkan anggota keluarga.

Putra El Mencho yang kelahiran AS, Rubén Oseguera González (29) saat ini sedang berjuang untuk tidak diekstradisi ke AS setelah ia dituntut pada tahun 2017 atas tuduhan, konspirasi mendistribusikan sejumlah besar narkotika ke AS. 

Foto/CEN/Daily Mail

Putranya ditahan di fasilitas keamanan maksimum di Hermosillo, Sonora, dan pada satu titik berusaha menghentikan ekstradisinya dengan menghadirkan akta kelahiran yang mengklaim bahwa ayahnya bukan El Mencho, dan bahwa dia adalah korban identitas yang keliru.

Kekuatan El Mencho telah begitu meningkat, sehingga kartelnya berani mengeluarkan pesan di grup WhatsApp menyerukan para petugas penegakan hukum untuk bergabung dengan barisan mereka.

“Petugas polisi federal, jangan khawatir jika Anda dipecat, kami akan merekrut Anda,” isi pesan tersebut.

Pihak berwenang mengatakan dampak kartel pada komunitas AS sangat buruk.

Di Chicago saja, salah satu kota di Amerika yang menjadi sasaran kartel, 800 orang meninggal karena overdosis pada 2018.

"Mungkin 90 persen dari narkoba yang ditemukan di AS diyakini berasal dari Meksiko," kata Kepala Inspektur DEA Brian McKnight.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini