nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siswa MTs Tewas Usai Dipukul Temannya di Dalam Kelas

Selasa 15 Oktober 2019 16:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 15 510 2117227 siswa-mts-tewas-usai-dipukul-temannya-di-dalam-kelas-l90yxVCXTZ.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BANTUL - Seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mahad An Nur, di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY berinisial RAW (12) tewas, usai dipukul temannya di dalam kelas. Hal itu berawal ketika mereka sedang bercanda, pada Senin 14 Oktober 2019.

Informasi yang dirangkum, peristiwa ini berawal saat kondisi kelas sedang kosong dan tidak ada guru karena bersamaan dengan jam pergantian pelajaran. Ketika itu, pelaku berinisial MRM warga asal Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), sedang bermain dengan temannya HF dalam kelas.

Kemudian datanglah korban mengganggu mereka dengan berjoget seperti meledek. Teman-teman yang lain ikut mendorong keduanya (MRM dan HF) sambil menantang berkelahi.

 Baca juga: Balita Tewas dengan Luka Lebam di Tubuh, Diduga Dianiaya Pacar Ibunya

Saat itu, korban RAW mendorong MRM hingga terjatuh. MRM tak diam, dia kemudian bangkit dengan tangan terkepal dan memukul korban di bagian rusuk sebelah kanan. Terkena pukulan, korban kesakitan memegangi perutnya dan langsung berbaring.

Dia kemudian muntah dan dibawa ke asrama. Kejadian ini pun dilaporkan ke wali kelas. Setelah itu, kondisi korban tak kunjung membaik hingga akhirnya diputuskan untuk dibawa ke puskesmas. Nahas, dalam perjalanan korban meninggal dunia.

 Baca juga: Heboh Video Ketua DPRD Jabar Tampar ASN

“Kasusnya sudah kami tangani dengan meminta keterangan saksi dan pelaku. Tetapi kini diambil alih Polres Bantul,” ujar Kapolsek Sewon Kompol Paimun, seperti dilansir dari iNews.id, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, perkelahian sesama teman satu kelas ini dilatarbelakangi candaan dan saling ejek. Pelaku juga mengakui telah memukul korban. Kendati demikian, pihak keluarga korban menolak jenazah RAW diautopsi. Mereka memilih menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

“Ini masih melibatkan anak-anak dan bisa ditempuh win-win solution,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini