nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amerika Serikat Hancurkan Pangkalan Militernya Sendiri Usai Tarik Pasukan dari Suriah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 10:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 17 18 2118063 amerika-serikat-hancurkan-pangkalan-militernya-sendiri-usai-tarik-pasukan-dari-suriah-j6x6jaQH2N.jpg Pangkalan militer Amerika Serikat di Manbij, Suriah, 8 Mei 2018. (Foto: Reuters)

DAMASKUS – Sebuah pangkalan penting Amerika Serikat (AS) di Suriah dihancurkan oleh serangan udara setelah penarikan pasukan AS yang ditempatkan di sana. Pengeboman itu dilakukan oleh pihak AS, diduga guna mencegah fasilitas itu digunakan oleh kekuatan asing, terutama kelompok teroris.

Pabrik semen Lafarge dekat Kobani adalah tempat pangkalan bersama AS-Prancis, yang ditinggalkan pada Rabu sebagai bagian dari penarikan umum yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump. Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa fasilitas di Kharab'Ashaq itu dibom tak lama setelah penarikan pasukan AS.

BACA JUGA: Rusia Berjanji Cegah Pertempuran Antara Pasukan Turki dan Suriah

Para pejabat AS mengonfirmasi serangan udara itu pada Rabu malam, mengatakan pengeboman itu telah direncanakan sebelumnya dan dimaksudkan "untuk mencegah pusat operasi koalisi digunakan oleh pasukan asing”, demikian diwartakan RT, Kamis (17/10/2019).

Pejabat itu mengatakan bahwa serangan itu menargetkan sisa amunisi dan kendaraan yang ditinggalkan di pangkalan, seraya menambahkan bahwa tidak ada pasukan koalisi yang terluka.

Milisi Kurdi yang beraliansi dengan AS telah menguasai daerah itu sejak membebaskannya dari teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS). Mereka sebelumnya menolak untuk bergabung kembali ke Suriah, didukung oleh desakan Washington terhadap pergantian rezim di Damaskus. Namun, karena serbuan tentara dan militan yang didukung Turki, mereka membuat perjanjian dengan pemerintah Suriah.

BACA JUGA: AS Jatuhkan Sanksi pada Turki Terkait Serangan ke Suriah

Serangan udara di dekat Kobani pada Rabu tampaknya ditujukan untuk menghindari rahasia pasukan AS, apa pun itu, jatuh ke tangan pasukan Turki atau pasukan pemerintah Suriah yang bergerak masuk.

Sementara itu, serangan Turki ke Suriah, yang dijuluki 'Operation Peace Spring,' tampaknya telah terhenti. Terlepas dari ancaman sanksi AS dan kecaman dari anggota NATO lainnya, Ankara terus bersikeras untuk menciptakan "zona aman" sepanjang 20 kilometer di sepanjang perbatasan Suriah-Turki dengan alasan mengganggu kegiatan milisi Kurdi, yang telah dinyatakan sebagai teroris oleh Turki.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini