nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Demonstran Hong Kong Dirawat di Rumah Sakit Setelah Diserang dengan Palu

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 12:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 17 18 2118121 pemimpin-demonstran-hong-kong-dirawat-di-rumah-sakit-setelah-diserang-dengan-palu-YgndtOk7XS.jpg Jimmy Sham. (Foto: Reuters)

HONG KONG – Salah satu pimpinan kelompok pro-demokrasi terbesar di Hong Kong harus dirawat di rumah sakit setelah diserang. Foto-foto di media sosial menunjukkan Jimmy Sham dari Front Hak Asasi Manusia Sipil (CHRF) berbaring di jalan, berlumuran darah.

Dari rumah sakit, aktivis itu mengatakan dia "tetap berkomitmen pada cita-cita damai tanpa kekerasan". Sejauh ini, protes massa yang dimulai pada Juni, untuk mendukung demokrasi yang lebih besar di Hong Kong, tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

BACA JUGA: Demonstran Hong Kong Terekam Pukuli dan Coba Bakar Polisi dengan Molotov

Serangan terhadap Sham terjadi setelah Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam terpaksa membatalkan pidato tahunannya karena diganggu dan diinterupsi di parlemen.

CHRF mengatakan Sham diserang oleh hingga lima pria yang memegang palu di Distrik Mong Kok di Semenanjung Kowloon. Sham menderita luka di kepala akibat serangan tersebut.

Rekaman kamera ponsel memperlihatkan Jimmy Sham dibawa ke rumah sakit.(Reuters)

Ini adalah kedua kalinya Tuan Sham diserang sejak protes dimulai.

CHRF mengaitkan serangan itu dengan para pendukung pemerintah, yang dicurigai menyerang aktivis pro-demokrasi lainnya dalam beberapa bulan terakhir.

"Tidak sulit untuk menghubungkan insiden ini dengan teror politik yang menyebar untuk mengancam dan menghambat pelaksanaan yang sah dari hak-hak alam dan hukum," kata CHRF dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir BBC, Kamis (17/10/2019).

Jimmy Sham adalah aktivis politik lama di Hong Kong, sebagian besar dikenal karena berkampanye untuk hak-hak LGBT.

BACA JUGA: Amnesty International Sebut Polisi Hong Kong Lakukan Penyiksaan saat Tangani Protes

Dalam protes anti-pemerintah ia telah menjadi salah satu pemimpin Front Hak Asasi Manusia Sipil, salah satu kelompok protes tanpa kekerasan di belakang beberapa demonstrasi besar sejak Juni. Kelompok itu mengatakan sedang mengajukan izin polisi untuk mengadakan pawai baru pada hari Minggu.

Saat masih di rumah sakit, Sham merilis pernyataan di Facebook, mengatakan serangan itu "hanya memungkinkan saya untuk lebih terhubung" dengan sesama pengunjuk rasa. Dia juga berterima kasih kepada polisi karena dengan cepat datang untuk membantunya dan mendesak mereka untuk menemukan siapa yang berada di balik serangan itu.

(DNA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini