nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Hong Kong Minta Maaf Atas Insiden Penyiraman Masjid

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 14:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 21 18 2119702 pemimpin-hong-kong-minta-maaf-atas-insiden-penyiraman-masjid-hYsWaji4b4.jpg Foto: South China Morning Post.

HONG KONG – Pemimpin dan Kepolisian Hong Kong telah menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas Muslim di kota itu atas insiden penyiraman masjid dengan cairan biru dari meriam air dalam demonstrasi anti-pemerintah akhir pekan lalu.

Mereka bersikeras kejadian di Masjid Kowloon, masjid terbesar di Hong Kong, itu adalah sebuah kecelakaan.

BACA JUGA: Polisi Dituduh Jadikan Masjid Sasaran Meriam Air dalam Demonstrasi Hong Kong

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam menghadapi demonstran yang melakukan perusakan di sepanjang Jalan Kowloon pada Minggu, kepolisian Hong Kong menembakkan meriam air yang berisi cairan biru yang juga diarahkan ke pintu masuk dan tangga depan masjid.

Meski mendapat banyak kecaman atas insiden itu, petugas kepolisian mengategorikannya sebagai kecelakaan dan tidak segera menyampaikan permintaan maaf dalam sebuah pernyataan malam itu.

Namun, pada Senin Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam Cheng Yuet-ngor dan Komisioner Kepolisian Hong Kong, Stephen Lo Wai-chung mengunjungi tempat ibadah itu sehari setelah kerusuhan meletus di Tsim Sha Tsui dan daerah sekitarnya. Keduanya bertemu dengan anggota Islamic Trust, kelompok komunitas Muslim lokal, di Masjid Kowloon.

"Kepala eksekutif dan komisaris polisi semua berkata, 'Telah terjadi kesalahan dan kami mohon maaf untuk itu’,” kata Sekretaris Islamic Trust, Said Uddin sebagaimana dilansir South China Morning Post, Senin (21/10/2019).

"Dan kami menerima (itu), karena apa yang terjadi sudah terjadi... dan mereka tidak akan mengulanginya."

BACA JUGA: Demonstrasi di Hong Kong Berlanjut, Kemlu RI Imbau WNI Jauhi Pusat Keramaian

Sementara itu Ketua Islamic Trust, Zoheir Tyebkhan menambahkan bahwa kelompoknya meminta komunitas Islam lokal untuk tetap tenang.

"Ini adalah rumah kami, rumah semua orang, kami ingin itu seperti apa adanya," katanya.

"Intinya adalah komunitas Muslim di Hong Kong, saya pikir polisi sangat sadar, bahwa kami sangat damai dan kami tidak melibatkan diri dalam apa pun. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menyerbu masjid." (dka)

(DNA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini