nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Abiy: Tak Ada Kekuatan yang Dapat Hentikan Ethiopia Bangun Bendungan di Sungai Nil

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 16:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 23 18 2120724 pm-abiy-tak-ada-kekuatan-yang-dapat-hentikan-ethiopia-bangun-bendungan-di-sungai-nil-XUn0bO9TCB.jpg Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed. (Foto/Reuters)

ADIS ABABA - Perdana Menteri Ethiopia dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Abiy Ahmed mengatakan tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan Ethiopia untuk membangun bendungan di Sungai Nil meskipun ada keberatan dari Mesir.

Mengutip BBC, Rabu (23/10/2019) bendungan, yang sedang dibangun di anak sungai Nil Biru di Ethiopia utara, akan menciptakan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika.

Sekitar 85% dari Sungai Nil mengalir dari dataran tinggi Ethiopia.

Baca juga: Gagalkan Upaya Kudeta, Pimpinan Angkatan Bersenjata Ethiopia Tewas Dibunuh Pengawalnya

Baca juga: Makan Malam Bersama PM Ethiopia Abiy Ahmed Dibanderol Rp2,5 Miliar

Mesir khawatir proyek itu akan memungkinkan Ethiopia mengendalikan aliran sungai.

Proyek ini telah menjadi sumber ketegangan politik antara kedua negara selama bertahun-tahun.

Foto/Reuters

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi diperkirakan akan membahas perselisihan dengan Abiy di sela-sela KTT Rusia-Afrika yang akan dimulai di Rusia, lapor kantor berita Reuters.

Sisi akan mengusulkan penunjukan mediator untuk menyelesaikan perselisihan yang sudah berjalan lama, kata seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Namun, Abiy mengatakan dia ingin "menggarisbawahi" fakta bahwa "tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan" penyelesaian bendungan.

"Rakyat Ethiopia tidak memiliki keinginan untuk menyakiti rakyat Mesir, mereka hanya perlu mendapatkan manfaat [dari bendungan]," katanya kepada anggota parlemen di ibu kota Ehtiopia, Addis Ababa.

Ethiopia berharap bahwa bendungan, yang hampir dua pertiga selesai, akan mulai menghasilkan listrik paling lambat tahun 2021 untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Mesir mengambil sebagian besar air tawarnya dari sungai Nil dan PBB memperkirakan bahwa negara itu, rumah bagi hampir 100 juta orang, akan mulai menderita kekurangan air pada tahun 2025.

Abiy dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2019 awal bulan ini karena menyelesaikan konflik perbatasan Ethiopia dengan Eritrea, dan mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di negaranya sendiri dan di wilayah tersebut.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini