“Produksi rumput laut pun turun drastis. Belum lagi krisis moneter semakin membuat biaya produksi meroket,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Suku Dinas Ketahan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Risnadi menjelaskan, saat itu terjadi penurunan produksi rumput laut.
“Kemudian menjadi kendala besar karena ongkos produksi juga pada saat yang sama mengalami kenaikan seiring krisis moneter yang sedang berlangsung,” kata Risnadi.
Risnadi tidak merinci berapa jumlah produksi dan juga jumlah keuntungan yang didapat para pembudi daya rumput laut pada saat itu, namun dia mengatakan bahwa pada 22 tahun lalu komoditas unggulan pada sektor perikanan budi daya nasional itu sudah menjadi primadona di wilayah administrasi Kepulauan Seribu. (cm)
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.