Dua Pohon Beringin Raksasa Tumbang, Timpa Mobil dan Balai RT

Taufik Budi, iNews.id · Jum'at 01 November 2019 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 01 512 2124780 dua-pohon-beringin-raksasa-tumbang-timpa-mobil-dan-balai-rt-sxEWmFkNT9.jpg Pohon tumbang timpa mobil dan balai RT di Banyumanik. (Foto: Taufik Budi/Okezone)

SEMARANG - Dua pohon beringin raksasa berusia puluhan tahun tumbang hingga menimpa bangunan balai RT dan mobil di RT 01/11, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa itu bermula saat hujan deras mengguyur dalam waktu lama.

"Kejadian sekira pukul 14.30 WIB. Itu habis hujan deras sejak sebelum Jumatan tadi. Nah ketika sudah reda tiba-tiba pohon beringin ini tumbang," kata Ketua RT 01/11 Kelurahan Pudakpayung, Hatta Bhineka, Jumat (1/11/2019).

"Menimpa mobil pikap bernopol K 1675 SK dan Balai RT 01 yang biasa kita pakai acara pertemuan warga. Kebetulan di situ ada barang-barang milik warga. Kerugian belum bisa kita taksir," imbuh dia.

Menurutnya, dua pohon beringin yang tumbang lokasinya berdempetan dan akarnya mulai rapuh. Belum lama ini, kedua pohon beringin daunnya berguguran atau meranggas akibat kemarau panjang.

"Ini baru semi daun-daunnya, makanya terlihat segar dan hijau. Tapi akarnya sudah rapuh, apalagi akarnya juga banyak yang telah mati, sehingga ketika ada angin sedikit saja langsung roboh," ucapnya.

(Foto: Taufik Budi/Okezone)

Warga bersama petugas BPBD Kota Semarang bekerja keras membersihkan dahan dan ranting dari tengah jalan, sekaligus mengevakuasi mobil yang tertimpa.

"Alhamdulillah tidak ada korban. Padahal biasanya di balai ini banyak anak-anak yang bermain. Untungnya saat kejadian anak-anak sudah berpindah tempat, tidak di balai lagi. Tapi untuk sementara anak-anak dilarang lewat area sini, karena masih ada batang yang rawan roboh," lugas dia.

"Evakuasi akan kita lanjutkan besok pagi. Tadi sudah koordinasi dengan petugas BPBD pohon akan dipotong habis, karena ini berbahaya. Akarnya juga tercerabut sehingga kalau tidak ditebang membahayakan warga," tutupnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini