nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Thailand Tak Akan Izinkan Pemimpin Oposisi Kamboja Masuki Negaranya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 11:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 07 18 2126823 thailand-tak-akan-izinkan-pemimpin-oposisi-kamboja-masuki-negaranya-j72oKRmk5e.jpg Pemimpin oposisi Kamboja, Sam Rainsy. (Foto: Reuters)

BANGKOK – Thailand tidak akan mengizinkan pemimpin oposisi Kamboja, Sam Rainsy untuk melakukan transit di negara itu dalam upayanya kembali ke Phnom Penh. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha pada Rabu.

Rainsy, pemimpin Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), telah tinggal di Prancis pada 2015 untuk menghindari hukuman penjara, yang menurutnya bermotif politik. Dia telah berjanji akan pulang ke Kamboja pada 9 November, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan negara itu.

BACA JUGA: PM Kamboja Ancam Bubarkan Partai Oposisi jika Terus Membela Kem Sokha

Tetapi Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, telah mengatakan berulang kali bahwa surat perintah penangkapan saingan besarnya itu telah dikirim ke negara-negara tetangga dan pasukan telah dikerahkan di perbatasan Thailand-Kamboja untuk menghentikan kepulangan Rainsy.

Pekan ini Rainsy mem-posting tiket Thai Airways di media sosial menunjukkan tempat duduk atas namanya dalam penerbangan Paris ke Bangkok pada Jumat.

Prayut membenarkan bahwa pihak berwenang Thailand sedang mencari Rainsy dan anggota oposisi utama Kamboja.

"Kami tidak akan mengizinkan (partai-partai) anti-pemerintah menggunakan Thailand sebagai pangkalan mereka," kata pemimpin Thailand itu merujuk pada CNRP, sebagaimana dilansir Malay Mail.

CNRP dibubarkan menjelang pemilu Kamboja yang mendapat kritik keras tahun lalu. Pemilu itu sendiri dimenangi partai Hun Sen secara penuh, mengubah negara itu menjadi negara satu partai.

Sejak itu, anggota oposisi utama telah meninggalkan Kamboja. Polisi telah mengumpulkan puluhan aktivis oposisi dalam beberapa pekan terakhir menjelang rencana kepulangan Rainsy.

Di negara tetangga Thailand, pihak berwenang mengirim foto-foto anggota oposisi Kamboja dan Rainsy. Prayut mengatakan pihak berwenang Thailand telah diperintahkan untuk menghentikan Rainsy.

"Saya kira dia tidak akan bisa masuk (Thailand)," katanya.

Hun Sen telah memerintah Kamboja selama 34 tahun, tetapi CNRP dan Rainsy, yang dianggap sebagai seorang simbol perubahan, tetap populer.

BACA JUGA: Kamboja Minta Indonesia Tangkap Pimpinan Oposisi Mu Sochua

Selain Thailand, Kamboja juga telah meminta Indonesia melakukan penangkapan dan pendeportasian tokoh oposisi lainnya, Wakil Ketua CNRP, Mu Suchoa, yang juga berencana kembali ke Phnom Penh untuk mendukung Rainsy.

Pada Rabu, Duta Besar Kamboja untuk Indonesia, Hor Nambora menyerbu konferensi pers yang dilakukan Sochua di Jakarta. Kedutaan Besar Kamboja kemudian mengeluarkan permintaan resmi penangkapan Suchoa yang dianggap sebagai “buronan” kepada pemerintah Indonesia.

Mu Sochua. (Reuters)

Sementara itu di Malaysia, dua aktivis oposisi Kamboja, salah satu dari mereka pencari suaka, ditahan ketika mereka akan naik pesawat ke Thailand. Keduanya terancam hukuman penjara jika dideportasi ke Kamboja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini