nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malaysia Tahan Tokoh Oposisi Kamboja Setelah Konferensi Pers di Indonesia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 13:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 07 18 2126877 malaysia-tahan-tokoh-oposisi-kamboja-setelah-konferensi-pers-di-indonesia-9ApgxeqXfx.jpg Wakil Presiden CNRP, Mu Sochua. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR - Pihak berwenang Malaysia telah menahan tokoh partai oposisi Kamboja, setelah dia upayanya kembali ke negaranya, usai melakukan konferensi pers di Indonesia, diblokir oleh Thailand. Penahanan Wakil Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), Mu Sochua itu dilaporkan oleh pejabat organisasi hak asasi manusia Malaysia pada Kamis.

Sochua ditahan di bandara Kuala Lumpur sebelum kepulangannya ke Kamboja, yang semula akan dilakukan pada Sabtu, bersamaan dengan kepulangan pemimpin oposisi dan pendiri partai CNRP, Sam Rainsy.

BACA JUGA: Thailand Tak Akan Izinkan Pemimpin Oposisi Kamboja Masuki Negaranya

"Dia berada di ruang imigrasi di KLIA," kata Jerald Joseph, seorang pejabat Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (7/11/2019). Joseph merujuk pada bandara internasional Kuala Lumpur.

Joseph mengatakan bahwa dia berbicara pada Rabu dengan Sochua, yang telah diberitahu bahwa dia tidak akan dideportasi ke Kamboja. Belum jelas ke mana pihak berwenang Malaysia akan mengirimnya selanjutnya.

Pekan lalu, Thailand menolak Sochua ketika dia terbang ke bandara internasional utama Bangkok. Dia kemudian terbang ke Indonesia, di mana kedutaan besar Kamboja pada Rabu memintanya untuk ditangkap setelah dia mengadakan konferensi pers.

Departemen imigrasi Malaysia tidak segera menanggapi pertanyaan dari Reuters.

Di Kamboja, seorang anggota senior CNRP mengatakan, partai itu tidak mengetahui penahanan Sochua di Malaysia.

Kamboja telah menangkap sedikitnya 48 aktivis oposisi tahun ini atas tuduhan merencanakan untuk menggulingkan pemerintah Perdana Menteri Hun Sen. Puluhan aktivis oposisi lainnya yang melarikan diri dari Kamboja karena takut ditangkap, telah bersumpah untuk kembali mendukung Rainsy.

BACA JUGA: Kamboja Minta Indonesia Tangkap Pimpinan Oposisi Mu Sochua

Kelompok pengamat hak asasi manusia (HRW) mengatakan bahwa Penahanan Sochua di Malaysia menggelikan dan tidak dapat diterima.

"Dia tidak melakukan kesalahan dan harus segera dibebaskan dan diizinkan untuk melakukan konsultasi yang dia rencanakan dengan pemerintah Malaysia dan kelompok masyarakat sipil," kata Phil Robertson, wakil direktur HRW untuk Asia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini