Share

Polisi Temukan 2 Tindak Pidana Soal Ambruknya Atap SDN Gentong

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 08 November 2019 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 08 519 2127351 polisi-temukan-2-tindak-pidana-soal-ambruknya-atap-sdn-gentong-RXGtLc8Wwd.jpg Foto Istimewa

SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama Polres Pasuruan Kota sudah melakukan gelar perkara, terkait kasus ambruknya atap gedung SDN Gentong tadi malam. Hasilnya polisi menemukan dua tindak pidana. Pertama kasus 359 yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat dan luka ringan.

Fokus kasus yang pertama ini ditangani Polres Pasuruan Kota. Sedangkan yang kedua yakni kasus tindak pidana tertentu atau tindak pidana korupsi. Untuk kasus yang kedua ditangani Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim.

"Tanggal 7 November jam 20 00 Polda Jatim sudah melakukan gelar perkara bersama dengan Polres Pasuruan Kota terhadap kasus ambruknya SDN Gentong," terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Jumat (8/11/2019).

 Baca juga: Kasus Ambruknya Atap SDN Gentong, Polisi Periksa 4 Pemborong

Menurut Barung, hasil yang didapatkan ada dua yang harus dilakukan dalam fokus penyelidikan dan penyidikan, yang pertama kasus 359 mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat dan luka ringan. Fokus utama itu ditangani oleh polres pasuruan kota.

Kemudian untuk kasus tindak pidana tertentu atau tindak pidana korupsi ditangani oleh subdit tipidkor ditreskrimsus polda Jatim. Dua tindak pidana ini yang ditemukan hasil dari gelar perkara yang dilaksanakan.

"Kita akan sampaikan updatenya karena ini menjadi perhatian publik, kita akan gelar ini setransparan mungkin dalam rangka secepatnya menetapkan dua tindak pidana ini siapa tersangka, dan siapa saksi sudah cukup," tandas Barung.

 Baca juga: Kasus SDN Gentong Roboh, Polisi Temukan Struktur Bangunan Tidak Kokoh

Seperti diberitakan sebelumnya, atap gedung SDN Gentong, di Jalan Kiai Sepuh, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gading Rejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, ambruk pada Selasa 5 November 2019. Tragisnya, peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Akibatnya dua orang meninggal dunia atas nama Irza Almira (8) siswa kelas 2, dan seorang guru bernama Selvina Arsy Wijaya (19). Kejadian ini juga menyebabkan 11 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini