Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Meksiko Tawarkan Suaka untuk Presiden Bolivia yang "Dikudeta", Evo Morales

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 11 November 2019 |15:41 WIB
Meksiko Tawarkan Suaka untuk Presiden Bolivia yang
Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard. (Foto: Reuters)
A
A
A

MEXICO CITY – Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard pada Minggu mengatakan bahwa negaranya akan memberikan suaka kepada Presiden Bolivia yang baru saja mengundurkan diri, Evo Morales, jika dia menginginkannya. Pernyataan Ebrard itu dilihat sebagai tanda bahwa Meksiko mulai menjadi salah satu negara terkemuka di antara pemerintah beraliran kiri di Amerika Latin.

Dipimpin oleh Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, pemerintah Meksiko memberikan pembelaan yang kuat terhadap Morales, yang pada Minggu bahwa mengatakan dia akan mengundurkan diri. Pengunduran diri Morales diumumkan setelah Bolivia diguncang demonstrasi selama beberapa pekan karena sengketa pemilihan umum, dan adanya desakan dari militer negara itu.

BACA JUGA: Presiden Bolivia, Evo Morales Umumkan Pengunduran Dirinya

"Kami menyadari sikap bertanggung jawab presiden Bolivia, Evo Morales, yang lebih suka mengundurkan diri daripada mengekspos rakyatnya terhadap kekerasan," tulis Lopez Obrador di Twitter sebagaimana dilansir Reuters, Senin (11/11/2019). Dia menambahkan bahwa pemerintah Meksiko akan menjelaskan pandangannya mengenai situasi ini secara lebih rinci pada Senin.

Meksiko adalah salah satu negara pertama yang memberi selamat kepada Morales setelah kemenangannya pada akhir Oktober, meskipun ada perdebatan seputar hasil pemilihan itu.

Negara-negara Amerika Latin telah terombang-ambing selama beberapa dekade terakhir antara pemerintah sayap kiri dan konservatif, seringkali dengan kebijakan ekonomi dan sosial yang sangat berbeda.

Meksiko memiliki sejarah panjang memberikan perlindungan kepada orang-orang sayap kiri yang diasingkan atau melarikan diri dari pemerintahan militer dan penindasan di wilayah itu, sebuah sejarah yang disampaikan oleh Ebrard pada Minggu. Dalam serangkaian tweet, ia mencela apa yang disebutnya "operasi militer" di Bolivia, namun kementerian luar negeri Meksiko belum memberikan klarifikasi mengenai pernyataan tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement