nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tendang Polisi saat Ditangkap, Maling Motor Ambruk Ditembak

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 02:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 18 519 2131504 tendang-polisi-saat-ditangkap-maling-motor-ambruk-ditembak-5k7QkBIw21.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KOTA MALANG - Seorang pencuri spesialis sepeda motor di wilayah Kota Malang berhasil dibekuk petugas kepolisian. Pelaku yang berinisial S (26) asal Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Malang, bahkan terpaksa ditembak kakinya lantaran berusaha melawan petugas.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menyatakan, saat beraksi telah tercium oleh anggota kepolisian, yang kemudian membuntuti keduanya. Pelaku kemudian berhasil menggondol satu unit sepeda motor curian di dalam sebuah rumah di Kelurahan Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang.

"Pelaku ini sudah berhasil membawa satu motor dari rumah di daerah Tlogomas Lowokwaru, Kota Malang. Mereka beraksi berdua, satu yang mengambil motor, satunya melihat situasi. Yang pelaku S berhasil kita tangkap, satu pelaku berinisial M kabur," ungkap Dony Alexander, saat memimpin di Mapolres Malang Kota, Senin (18/11/2019).

Dony menambahkan, saat berupaya kabur S berusaha menendang petugas kepolisian yang tengah mengejarnya. Namun oleh petugas S dilumpuhkan dengan tembakan di kakinya.

"Pelaku S yang mengendarai motor honda Scoopy ini berusaha menendang petugas dan melarikan diri, kemudian dilakukan penembakan empat kali, sekali kena bodi motor, yang duanya kena kaki tersangka S. Pelaku M yang menggunakan sepeda motor berbeda berhasil kabur," imbuhnya.

 Maling Motor

Dari pengakuan pelaku S, keduanya telah beraksi sebanyak lima kali di Kota Malang. Keduanya beraksi pada tengah malam hingga dini hari dengan sasaran sepeda motor yang tersimpan di rumah.

"Pelaku mengakunya sudah lima kali beraksi. Jam beraksinya pada malam hari mulai jam 12 malam sampai 4 pagi dini hari," lanjutnya.

Ia menambahkan, kedua pelaku berbagi peran dalam aksinya, tersangka S masuk ke dalam rumah untuk mengambil sepeda motor yang telah diincarnya, sementara pelaku M yang melarikan bertugas mengawasi situasi di luar rumah.

"Tersangka ini berbagi peran ada dua orang yang beraksi. Pelaku S ini merusak kunci pagar dan kunci sepeda motor dengan kunci T berbagai ukuran. Jadi bisa merusak kunci gembok yang besar juga," beber Dony.

Kepolisian sendiri masih menyelidiki kaitannya kedua pelaku dengan jaringan pencuri sepeda motor lainnya di Malang raya. "Kalau masalah apakah ada kaitannya dengan pelaku lainnya. Kami masih mendalaminya," tambahnya.

Akibat perbuatannya, S kini dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. "Pelaku S kita jerat 5 tahun penjara. Sementara satu pelaku lainnya masih kita buru,"pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini