Mantan Wali Kota New York Michael Bloomberg Maju Sebagai Capres AS

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 25 November 2019 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 25 18 2134185 mantan-wali-kota-new-york-michael-bloomberg-maju-sebagai-capres-as-owJGYqAYid.jpg Michael Bloomberg. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Miliarder yang juga mantan Wali Kota New York, Michael Bloomberg telah secara resmi mengumumkan bahwa ia akan menjadi calon presiden yang akan bersaing dari Partai Demokrat. Dalam sebuah pernyataan, pria 77 tahun itu mengatakan dia maju "untuk mengalahkan Donald Trump dan membangun kembali Amerika".

"Taruhannya tidak bisa lebih tinggi. Kita harus memenangkan pemilihan ini," tulis Bloomberg sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Trump Resmi Umumkan Kampanye Pemilihan Presiden 2020

Blomberg bergabung dengan 17 kandidat lainnya yang memperbutkan nominasi Demokrat untuk menghadapi Trump pada 2020. Saat ini, mantan Wakil Presiden Joe Biden, Senator Elizabeth Warren dan Bernie Sanders adalah calon terfavorit dalam persaingan tersebut.

Bloomberg dikatakan khawatir calon Demokrat yang ada saat ini tidak cukup kuat untuk menantang presiden Trump.

Dia memasuki persaingan setelah berbulan-bulan perdebatan tentang ketidaksetaraan kekayaan di Amerika Serikat (AS), dengan Sanders dan Warren mengumumkan rencana kenaikan pajak yang tinggi untuk miliarder. Pada September, Sanders mengungkap proposal pajaknya dan mengatakan: "Miliarder seharusnya tidak ada."

Awal November lalu, Presiden Trump mengejek Bloomberg, dengan mengatakan "tidak ada yang lebih suka saya lawan daripada Michael kecil". Pada hari yang sama, Bloomberg mengajukan dokumen untuk pemilihan utama Demokrat di Alabama.

Menurut Forbes, Michael Bloomberg adalah orang terkaya kedelapan di AS dengan kekayaan bersih USD54,4 miliar. Lahir di Massachusetts, ia memulai bisnisnya sebagai seorang bankir Wall Street sebelum kemudian menciptakan kerajaan penerbitan finansial yang menyandang namanya.

BACA JUGA: Hillary Clinton Tak Berencana Maju dalam Pilpres AS 2020

Selama bertahun-tahun ia telah memberikan jutaan dolar untuk tujuan pendidikan, medis, dan lainnya - termasuk alasan politik.

Dia menggelar kampanye yang sukses untuk menjadi walikota New York pada 2001 dan tetap menjabat selama tiga periode berturut-turut hingga 2013. Dia telah diisukan berambisi menjadi presiden selama lebih dari satu dekade.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini