nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua Partai Berkuasa Taiwan: China Musuh Demokrasi

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 26 November 2019 18:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 26 18 2134700 ketua-partai-berkuasa-taiwan-china-musuh-demokrasi-66CbYwikAc.jpg Cho Jung-tai, polisikus juga Ketua Partai Progresif Demokratik Taiwan. (Foto/AFP)

TAIPEI – Politikus Taiwan menyebut China sebagai musuh demokrasi, menyusul campur tangan China dalam politik wilayah itu menjelang pemilihan presiden dan legislatif pada 11 Januari 2020.

Pernyataan Cho Jung-tai keluar setelah Wang William Liqiang, seorang pencari suaka yang juga mengaku mata-mata China, menuduh negaranya telah memata-matai politik Australia, Taiwan dan Hong Kong.

China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya mencap pengakuan pria pencari suaka itu sebagai penipuan.

Cho Jung-tai adalah ketua Partai Progresif Demokratik (partai berkuasa Taiwan), yang mendukung kemerdekaan formal Taiwan. Ia mengatakan perlu ada investigasi lebih lanjut terkait klaim pria tersebut. Ia menilai banyak berita palsu datang dari China.

"Musuh demokrasi adalah China. Saat ini, lawan paling ambisius Taiwan, pesaing, juga China," kata Cho dalam konferensi pers di Taipei melansir 9News, Selasa (26/11/2019).

Baca juga: Mantan Agen China Beri Informasi Intelijen ke Australia

Baca juga: Intelijen China Gunakan LinkedIn untuk Rekrut Mantan Pegawai Pemerintah AS

Di antara beberapa tuduhan yang dilontarkan, Wang mengatakan dia telah membantu perhatian media agar mencap politisi Taiwan Han Kuo-yu dari partai Kuomintang yang ramah terhadap China.

Cho mengatakan bahwa Kuomintang adalah lawan terbesar yang didukung China. Ia menyebut Partai Kuominang sebagai "kekuatan penghancur terkuat".

Sementara Han mengatakan dia akan keluar dari pemilihan jika dia telah mengambil uang dari Partai Komunis China.

Berbicara pada konferensi pers terpisah, Partai Kuomintang mengatakan masalah itu adalah salah satu "spionase Komunis yang salah" yang harus segera diselidiki, dan menuduh pemerintah berusaha menggunakan masalah itu untuk "memanipulasi pemilihan".

"Kami mendesak pemerintah Tsai (Presiden Taiwan Tsai Ing-wen) dan otoritas keamanan nasional untuk menjelaskan insiden terkait. Mereka tidak boleh mengambil sikap ambigu mengenai masalah ini, mempengaruhi pemilihan umum," kata juru bicara Kuomintang, Wang Hong-wei.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini