nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baku Tembak Polisi dan Kartel di Utara Meksiko Tewaskan Sedikitnya 14 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 12:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 01 18 2136577 baku-tembak-polisi-dan-kartel-di-utara-meksiko-tewaskan-sedikitnya-14-orang-rZuATutyx9.jpg Ilustrasi.

MEXICO CITY - Sepuluh tersangka anggota kartel bersenjata dan empat polisi tewas dalam tembak-menembak yang terjadi pada Sabtu di sebuah kota di dekat perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan ketegangan bilateral dengan mengatakan akan menamai kartel narkoba Meksiko sebagai kelompok teroris.

Pemerintah Negara Bagian Coahuila, utara Meksiko mengatakan bahwa polisi negara bagian bentrok dengan sekelompok pria bersenjata yang mengendarai truk pick-up di kota kecil Villa Union, sekira 65 km barat daya kota perbatasan Piedras Negras.

BACA JUGA: Sembilan Warga AS Tewas Ditembak, Trump Serukan Perang terhadap Kartel Narkoba Meksiko

Berbicara di luar kantor wali kota Villa Union yang dipenuhi peluru, Gubernur Coahuila Miguel Angel Riquelme mengatakan kepada wartawan bahwa negara bagian itu telah bertindak "dengan tegas" untuk menangani antek-antek kartel. Dia mengatakan bahwa empat polisi tewas dan enam lainnya cedera dalam baku tembak yang berlangsung selama lebih dari satu jam tersebut.

Gubernur itu mengungkapkan bahwa ada sejumlah orang yang hilang dan sampai saat ini masih belum ditemukan, termasuk beberapa yang berada di kantor wali kota, demikian diwartakan Reuters, Minggu (1/12/2019).

Riquelme mengatakan pihak berwenang telah mengidentifikasi 14 kendaraan yang terlibat dalam serangan itu dan menyita lebih dari selusin senjata. Dia mengatakan dia yakin orang-orang bersenjata itu adalah anggota Kartel Timur Laut, yang berasal dari Negara Bagian Tamaulipas di sebelah timur.

Pecahnya kekerasan terjadi pada pekan yang berat bagi Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, yang pada Jumat mengatakan ia tidak akan menerima intervensi asing di Meksiko untuk berurusan dengan geng kriminal yang kejam. Pernyataan itu disampaikan Obrador sebagai tanggapan atas komentar Presiden AS Donald Trump yang mengatakan akan menamai kartel narkoba Meksiko sebagai organisasi teroris.

Lopez Obrador mengatakan Meksiko akan menangani masalah ini, sebuah pandangan yang diamini oleh Riquelme ketika ia berbicara kepada wartawan.

BACA JUGA: Meksiko Tolak Intervensi AS Usai Trump Berencana Jadikan Kartel Narkoba Organisasi Teroris

"Saya tidak berpikir bahwa Meksiko perlu intervensi. Saya pikir Meksiko membutuhkan kolaborasi dan kerja sama,” kata Riquelme, yang merupakan anggota partai oposisi. "Kami yakin bahwa negara memiliki kekuatan untuk mengatasi para penjahat."

Coahuila memiliki sejarah kekerasan geng, meskipun jumlah pembunuhan di negara bagian yang berbatasan dengan Texas itu telah turun drastis sejak tujuh tahun lalu. Sementara angka-angka pembunuhan nasional telah bertambah dan menembus rekor tertinggi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini