Jaksa Jerman Curiga Intelijen Rusia Bunuh Warga Georgia di Berlin

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 04 Desember 2019 21:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 18 2138023 jaksa-jerman-curiga-intelijen-rusia-bunuh-warga-georgia-di-berlin-45mVHU7tqs.jpg Petugas keamanan Jerman periksa TKP penembakan warga Georgia di Berlin. (Foto/Reuters)

BERLIN - Jaksa federal Jerman mencurigai intelijen Rusia terlibat dalam pembunuhan warga negara Georgia pada Agustus 2019.

Zelimkhan Khangoshvili (40) yang sebelumnya bertempur bersama separatis anti-Moskow di wilayah Chechnya (dulu masuk Rusia), ditembak dua kali di kepala di taman Berlin pada Agustus ketika menuju ke masjid.

"Kami memiliki bukti bahwa agen intelijen asing berada di belakang [pembunhan], oleh karena itu kasus ini akan diambil alih oleh jaksa federal minggu ini," kata sumber, yang meminta agar namanya tidak disebutkan karena ia tidak berwenang berbicara dengan media melansir Reuters, Rabu (4/12/2019).

Baca juga: CIA Tarik Agen yang Mematai-Matai Putin

Baca juga: Kisah Agen Rusia yang Menyamar Menjadi Warga Kanada Selama 20 Tahun

Seorang tersangka ditahan tak lama setelah pembunuhan itu dan majalah berita Der Spiegel melaporkan bahwa nomor paspornya menghubungkannya dengan dinas keamanan Rusia.

Jaksa Berlin, yang sejauh ini memimpin kasus itu, mengatakan tersangka telah ditangkap ketika ia mencoba untuk membuang senjata yang diduga digunakan untuk membunuh. Terduga berencana membuang senjata itu ke Sungai Spree, bersama dengan sepeda yang telah ia naiki.

Rusia membantah tudingan Jerman pemerintahannya terlibat dalam pembunuhan seorang warga Georgia.

Sebelumnya Jerman telah mengusir dua diplomat Rusia karena menolak untuk bekerja sama dalam penyelidikan kasus tersebut.

Rusia terlibat dalam kampanye besar pada 1994-96 dan 1999-2000 melawan separatis di Chechnya, yang terletak di Pegunungan Kaukasus di perbatasan Rusia dengan Georgia. Banyak pejuang anti-Moskow dari perang itu sekarang hidup di pengasingan dan berselisih dengan otoritas pro-Rusia saat ini di Chechnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini