nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangkut Korupsi, PM Israel Minta Kekebalan dari Tuntutan Hukum

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 02 Januari 2020 08:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 02 18 2148374 tersangkut-korupsi-pm-israel-minta-kekebalan-dari-tuntutan-hukum-oEvUYlZg95.jpg Foto: Reuters.

TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, telah meminta untuk diberikan kekebalan parlementer dari penuntutan atas tuduhan kasus korupsi yang menjeratnya. Langkah itu kemungkinan akan menunda persidangan kasus-kasus sampai setelah pemilihan umum baru Maret 2020.

Pada November, Netanyahu didakwa oleh jaksa agung dengan tuduhan suap, penipuan dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah. Dia diduga telah menerima hadiah dari pengusaha kaya dan memberikan bantuan untuk mencoba mendapatkan liputan pers yang lebih positif.

BACA JUGA: PM Israel Benyamin Netanyahu Didakwa Atas Tuduhan Korupsi, Suap dan Penipuan

Netanyahu, yang menyangkal semua tuduhan tersebut membuat permintaan kekebalan dalam pidato yang disiarkan televisi hanya empat jam sebelum batas waktu aplikasi berakhir. Dia mengatakan kekebalan itu, "Akan sejalan dengan hukum dengan tujuan terus melayani Anda, untuk masa depan Israel."

Permintaan kekebalan hukum Netanyahu akan membutuhkan dukungan lebih dari setengah anggota parlemen untuk dapat dikabulkan, demikian diwartakan BBC, Kamis (2/1/2020).

Persidangan tidak dapat dimulai setelah permintaan kekebalan dibuat. Sementara itu parlemen Israel, yang dikenal dengan nama Knesset, telah dibubarkan menjelang pemilihan umum baru dan tidak mungkin untuk memutuskan permintaan tersebut sebelum pemilihan umum digelar pada Maret.

Di bawah undang-undang Israel, anggota Knesset tidak menerima kekebalan otomatis dari penuntutan, tetapi dapat memintanya jika relevan. Seorang perdana menteri yang menjabat di Israel hanya diminta untuk mengundurkan diri setelah dinyatakan bersalah.

Israel akan menghadapi pemilihan umum ketiga dalam waktu kurang dalam setahun setelahpada pemilihan sebelumnya, yang diadakan pada April dan September 2019, berakhir dengan jalan buntu antara partai sayap kanan Likud dengan partai tengah Biru dan Putih, sehingga Netanyahu tidak dapat membentuk pemerintahan.

BACA JUGA: Didakwa Korupsi, Benjamin Netanyahu Tak Harus Mundur dari Perdana Menteri Israel

Masalah hukum Netanyahu telah menjadi hambatan besar dalam negosiasi membentuk pemerintahan. Dia selalu bersikeras tuduhan itu adalah "perburuan penyihir" bermotivasi politik terhadapnya.

Permintaan imunitas Netanyahu itu tidak disambut baik oleh para pemimpin politik Israel.

Saingan Netanyahu untuk posisi perdana menteri, Benny Gantz, yang memimpin Partai Biru Putih mengatakan bahwa partainya akan melakukan segala upaya untuk mencegah Netanyahu mendapatkan imunitas.

"Saya tidak pernah membayangkan bahwa kita akan melihat hari bahwa perdana menteri Israel akan menghindari berdiri di hadapan hukum dan sistem peradilan," katanya.

Sementara itu Avigdor Lieberman, pemimpin sayap kanan Yisrael Beiteinu, pada Rabu mengumumkan bahwa partainya akan memilih menentang permintaan kekebalan.

Pembicara Knesset, Yuli Edelstein, yang merupakan anggota partai Likud Netanyahu, mengatakan ia akan mengadakan pembicaraan mengenai masalah itu pekan depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini