Eks Menteri Obama, Julian Castro Mundur dari Persaingan Capres Partai Demokrat

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 03 Januari 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 03 18 2148939 eks-menteri-obama-julian-castro-mundur-dari-persaingan-capres-partai-demokrat-yL8GRMJlTi.jpg Julian Castro. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Calon presiden (capres) dari Partai Demokrat, Julian Castro mengumumkan akan mengakhiri kampanyenya untuk berkantor di Gedung Putih.

Mantan menteri perumahan pada pemerintahan Presiden Barack Obama itu mengumumkan keputusannya mundur dari sebuah kontestasi seperti yang ditulis dalam akun Twitter-nya yang mengatakan: "Saya telah memutuskan bahwa ini bukanlah waktu kita". Meski begitu, pria berusia 45 tahun itu mengatakan bahwa dirinya “belum selesai berjuang”, demikian diwartakan BBC, Jumat (3/1/2020).

BACA JUGA: Mantan Wali Kota New York Michael Bloomberg Maju Sebagai Capres AS

Dengan mundurnya Castro, hanya tinggal 14 calon presiden Partai Demokrat yang berkampanye untuk pemilihan presiden tahun ini.

Persaingan menuju Gedung Putih dimulai bulan depan dengan digelarnya kaukus Iowa.

Para capres Demokrat yang tersisa akan bertarung dalam serangkaian pemungutan suara per negara bagian secara nasional sebelum pemenang akhirnya ditentukan di konvensi partai pada Juli untuk menghadapi petahana Presiden Donald Trump dalam pemilihan presiden November.

Satu-satunya capres etnis Latin, Castro kesulitan untuk menggalang dana kampanye.

Dia mencalonkan diri sebagai seorang liberal yang bangga dan bersemangat, mengadvokasi dekriminalisasi penyeberangan perbatasan oleh migran tidak berdokumen ke Amerika Serikat.

BACA JUGA: Hillary Clinton Tak Berencana Maju dalam Pilpres AS 2020

Pada September, ia dituduh mengolok-olokan usia capres terkemuka Demokrat Joe Biden dalam debat televisi di Texas. Saat itu dia menuduh mantan wakil presiden Amerika Serikat yang berusia 77 tahun itu pelupa.

Menyusul pengunduran dirinya, pada Kamis, mantan saingannya dari Partai Demokrat, menyampaikan pesan penghiburan untuk Castro, termasuk Biden yang memuji "sopan santun dan hati" dari kampanye Castro.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini