nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Bupati Majalengka yang Terlibat Penembakan Ternyata Sudah Bebas

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 19:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 08 525 2150792 anak-bupati-majalengka-yang-terlibat-penembakan-ternyata-sudah-bebas-5904YjIWrM.jpg Ilustrasi Penembakan (Foto: Okezone)

MAJALENGKA - Anak Bupati Majalengka Karna Sobahi yakni Irfan Nur Alam ternyata sudah menghirup udara bebas sejak 31 Desember 2019. Irfan dihukum setelah terlibat penembakan terhadap kontraktor Panji Pamukasandi.

Irfan sebelumnya divonis hukuman penjara 1 bulan 15 hari oleh Pengadilan Negeri (PN) Majalengka, pada 30 Desember 2019 lalu. Irfan dihukum karena dianggap telah melanggar Pasal 360 Ayat 2 KUHP.

"Jaksa mengeksekusi putusan dimaksud karena sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde), dan pemotongan masa tahanan di hitung oleh petugas lapas maka pada tanggal 31 Desember 2019 dinyatakan bebas," kata Kristiawanto, kuasa hukum Irfan, saat dikonfirmasi Okezone melalui pesan singkat, pada Rabu (8/1/2019).

Disampaikan Kristiawanto, saat ini Irfan sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Ia mengaku sangat menyayangkan karena perkara yang dihadapi oleh kliennya itu keburu viral dan menyebar luas di masyarakat. Menurutnya, saat itu fakta-fakta dan bukti-bukti belum lengkap serta utuh.

majalengka

Baca Juga: Anak Bupati Majalengka Divonis 1 Bulan 15 Hari Penjara atas Kasus Penembakan

Dirinya juga mengatakan, dengan adanya kasus yang sempat dialami oleh Irfan, pihak keluarga Irfan berharap agar kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk semuanya.

"Keluarga menyampaikan semoga kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran buat kita semua, semoga hukum adil pada siapa saja dan praduga tidak bersalah harus dijunjung tinggi di negara hukum," ucap dia.

Sekedar informasi, Irfan Nur Alam divonis hukuman penjara 1 bulan 15 hari dan pencabutan izin senjata apinya. Vonis tersebut dibacakan langsung oleh Hakim Ketua Eti Koerniati dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Majalengka, Jawa Barat, Senin 30 Desember 2019 lalu.

Dalam persidangan, Eti menyebut kalau Irfan melanggar Pasal 360 Ayat 2 KUHP. Putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim lebih ringan dengan apa yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU sendiri menuntut Irfan dihukum penjara selama dua bulan.

Sebelumnya, saat resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Majalengka pada 16 November 2019 lalu, Irfan dianggap telah melanggar Pasal 170 Jo Undang-Undang Darurat pasal 1 ayat 1 tahun 1951, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Akan tetapi, selama persidangan tersebut berlangsung sampai vonis hukuman dijatuhkan, Irfan hanya dianggap melanggar Pasal 360 Ayat 2 KUHP.

Majalengka

Menurut salah seorang JPU bernama Agus Robani, Pasal 170 Jo Undang-Undang Darurat Pasal 1 Ayat 1 Tahun 1951 tidak dapat disangkakan kepada Irfan, karena Irfan memiliki izin yang sah terhadap senjata api yang dimilikinya.

Agus menerangkan, Irfan menggunakan senjata apinya itu bermaksud untuk melerai keributan yang terjadi saat Irfan bertemu dengan Panji Pamukasandi di salah satu ruko di Majalengka, Jawa Barat. Kesalahan Irfan sebenarnya hanya terletak pada kelalaiannya yang lupa mengunci peluru dalam senjata apinya. Dari kelalaian itu, akhirnya terjadilah insiden tertembaknya tangan kiri Panji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini