nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hujan dan Puting Beliung Menerjang, Sulsel Siaga Cuaca Ekstrem

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 15:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 13 609 2152320 hujan-dan-puting-beliung-menerjang-sulsel-siaga-cuaca-ekstrem-48sqViA5dn.jpg Ilustrasi cuaca ekstrem angin kencang. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi serta angin puting beliung pada Minggu 12 Januari 2020. Fenomena cuaca ekstrem ini sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yaitu potensi hujan lebat di wilayah Sulsel dengan status 'Siaga'.

"Pada Minggu 12 Januari, banjir terjadi di Dusun Buludua, Desa Balusu, Kabupaten Barru-Sulawesi Selatan. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak pukul 00.00 sampai 10.30 Wita. Kejadian tersebut memicu meluapnya sungai setempat. Sekira 121 KK terdampak banjir di dusun ini," papar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo dalam situs resmi BNPB, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Kabupaten Barru Sulsel Diterjang Banjir, 1 Orang Meninggal 

Ia melanjutkan, pada hari yang sama yakni Minggu 12 Januari 2020, musibah banjir dan angin puting beliung terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan; yakni Kecamatan Balusu, Soppeng Riaja, dan Mallusetasi.

Agus menerangkan, musibah kali ini mengakibatkan rumah penduduk tergenang air dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Di samping itu, arus lalu lintas Trans-Sulawesi terpantau padat.

Baca juga: 121 Kepala Keluarga Terisolasi Akibat Meluapnya Sungai Balusu 

Banjir ini, ungkap dia, mengakibatkan kerusakan tiga rumah warga dengan kategori rusak berat dan kerusakan infrastruktur jalan desa di wilayah Oring, Kecamatan Balusu, satu jembatan gantung di Kelurahan Kiru-Kiru, Kecamatan Soppeng Riaja, serta tanggul pantai di Kelurahan S Binangae dan pasar Ajakkang di Kecamatan Balusu.

"BPBD setempat melaporkan satu orang meninggal dunia akibat terbawa arus banjir," ungkapnya.

Ia melanjutkan, banjir juga terjadi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Minggu 12 Januari. BPBD Sulsel melaporkan hujan deras turun di seluruh Kota Parepare hingga menyebabkan genangan di beberapa titik dengan ketinggian air beragam.

Meski demikian, jelas dia, genangan segera surut dan aktivitas masyarakat berangsur kembali normal. Pada hari sebelumnya, Sabtu 11 Januari 2020, genangan air sudah terjadi di wilayah kota, dipicu hujan disertai angin kencang.

Baca juga: Banjir Landa Kabupaten Barru Sulsel, Ratusan Warga Terisolir 

"Beberapa kejadian itu menunjukkan ancaman yang dipicu fenomena hidrometeorologi bergerak ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. BMKG pun telah memberikan peringatan dini ke sejumlah wilayah dengan status 'Waspada' hingga 'Siaga'," paparnya.

Oleh karena itu, BNPB mengimbau kepada BPBD wilayah tengah dan timur untuk siaga, salah satunya memonitor peringatan dini yang diberikan oleh BMKG sehingga mereka dapat melanjutkan peringatan dini kepada masyarakat.

Baca juga: Mengenal Vetiver, Tanaman yang Bermanfaat Cegah Longsor 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini