nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Klitih Tewaskan Warga, 1 Pemuda Ditetapkan Tersangka

Kuntadi, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 22:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 14 510 2152777 aksi-klitih-tewaskan-warga-1-pemuda-ditetapkan-tersangka-znqpcnj47i.jpg Tersangka klitih di Bantul. (Foto : Kuntadi)

BANTUL – Kasus kekerasan di jalanan atau klitih dibongkar petugas kepolisian. Setelah Polres Sleman dan Polresta Yogyakarta, kini kasus ini diungkap Polres Bantul. Sebanyak 12 orang diamankan dan satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulityono mengatakan, para pelaku yang diamankan ini usianya masih remaja. Dari 12 pelaku yang diamankan, 10 di antaranya berstatus pelajar.

“Kita hanya tetapkan APS (18) sebagai tersangka. Dia pelaku tunggal,” ucap Kapolres dalam keterangan pers di Mapolres Bantul, Selasa (14/1/2020).

Kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas sebenarnya terjadi pada Sabtu 14 Desember 2019. Saat itu tersangka mendapatkan informasi melalui grup media sosial akan ada rombongan korban melintas di Jalan Siluk-Imogiri. Informasi ini kemudian dikirimkan kepada kelompoknya untuk melakukan perlawanan kepada korban dengan melempar menggunakan cat tembok.

ilustrasi penganiayaan.

Saat itulah para pelaku menggunakan enam sepeda motor berboncengan naik ke jalur yang akan dilalui. Mereka juga sudah menyiapkan cat tembok untuk dilempar ke rombongan korban yang akan melintas.

Hingga akhirnya, tersangka yang mengendarai sepeda motor ini mengejar korban sampai di depan toko Besi Sri Gading, di Desa Kebonagung, Imogiri. Saat itulah pelaku menendang sepeda motor yang dikendarai korban hingga oleng dan terjatuh. Sementara pelaku langsung kabur meninggalkan korban.

Akibat terjatuh dari sepeda motornya ini, korban dilarikan ke RS Nur Hidayah, kemudian dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta. Terakhir korban kembali dirujuk ke RSUP DR Sardjito dan menjalani perawatan selama 27 hari, sebelum meninggal dunia pada 9 Januari 2020.

Dari olah TKP dan penyelidikan di lapangan, petugas mendapatkan arah pelaku penganiayaan ini. Pada Jumat (10/1/2020) 12 pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti berupa lima sepeda motor, 2 plastik cat tembok, dan helm korban.

“Kita jerat tersangka dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Ancaman hukuman maksimal selama 7 tahun penjara,” ucapnya.


Baca Juga : Polisi Selidiki Motif Penyerang Satu Keluarga di Depok

Selama ini korban dikenal sebagai anak yang patuh dan alim. Dia tidak pernah terlibat dalam genk pelajar ataupun genk motor. Untuk itulah orangtua korban berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Saya ingin pelaku dihukum seberat-besatnya. Nyawa harus dibalas dengan nyawa,” kata Widi Astuti, ibu korban yang ikut hadir di Mapolres Bantul.


Baca Juga : Penyerang Satu Keluarga di Depok Disebut Punya Ciri Khusus di Tubuhnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini