nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Tsai: Menyerang Taiwan Sangat Mahal bagi China

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 21:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 15 18 2153315 presiden-tsai-menyerang-taiwan-sangat-mahal-bagi-china-nT5lKoOzaN.jpg Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. (Foto/Reuters)

TAIPEI – Menyerang Taiwan merupakan sesuatu yang sangat mahal bagi China. Hal ini disampaikan Presiden terpilih Taiwan Tsai Ing-wen saat wawancara dengan BBC yang dikutip Okezone, Rabu (15/1/2020).

Presiden petahana Taiwan, Tsai Ing-wen kembali terpilih dalam pemilihan yang berlangsung pada Sabtu 11 Januari 2020. Ia mengantongi lebih dari delapan juta suara.

Terpilihnya Ing-wen memperbarui mandatnya untuk menahan saingan militer lamanya, China, setelah saling ancam selama setahun belakangan.

Foto/Reuters

Pemerintah China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang harus kembali bersatu dengan China. Namun rakyat Taiwan berpandangan dalam berbagai survei pada tahun lalu bahwa mereka lebih menyukai otonomi demokrasi sekarang ini ketimbang unifikasi.

Baca juga: Ketua Partai Berkuasa Taiwan: China Musuh Demokrasi

Baca juga: Menhan Wei: Tidak Ada Kekuatan yang Dapat Menghentikan Penyatuan China dengan Taiwan

Presiden Tsai dalam wawancara itu menjelaskan, bahwa dia mencoba untuk mendiversifikasi hubungan perdagangan Taiwan dan meningkatkan ekonomi domestik, khususnya dengan mendorong investor Taiwan yang telah membangun pabrik di China untuk mempertimbangkan pindah ke dalam negeri.

Dia juga membuat rencana untuk menghadapi segala kemungkinan, termasuk perang. "Anda tidak bisa mengesampingkan kemungkinan perang kapan saja," katanya.

"Tapi masalahnya adalah Anda harus bersiap diri dan mengembangkan kemampuan untuk membela diri," sambungnya.

Ditanya mengenai kesiapan Taiwan menghadapi kemungkinan tersebut, Tsai mengatakan, bahwa negaranya telah berusaha sangat keras dan melakukan banyak upaya untuk memperkuat kapabilitasnya.

"Menyerang Taiwan adalah sesuatu yang sangat mahal bagi China," kata Tsai.

Namun Tsai mengaku terbuka untuk berdialog dengan China. Ia juga sangat menyadari bahwa kemenangannya dalam pemilihan presiden akan memungkinkan China untuk meningkatkan tekanannya pada Taiwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini