Desakan Dibukanya Aplikasi Memiles Terus Menguat

Syaiful Islam, Okezone · Kamis 16 Januari 2020 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 16 519 2153468 desakan-dibukanya-aplikasi-memiles-terus-menguat-hu31scsVIG.jpg Para anggota mendesak dibuka lagi aplikasi Memiles. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA – Para anggota Memiles Surabaya dan sekitarnya terus mendesak aparat kepolisian membuka aplikasi yang telah ditutup. Mereka menilai aplikasi Memiles tidak merugikan para anggotanya, melainkan menguntungkan.

Sebab harga slot iklan yang tawarkan lebih murah dibandingkan aplikasi yang lain. Di samping itu pasang iklan di Memiles dinilai cepat laku. Pasalnya, anggota Memiles mencapai 264 ribu.

Baca juga: Polisi Sita 2 Mobil Pejabat Kemenkumham Riau Terkait Investasi Bodong Memiles 

"Kita sih kepenginnya Memiles dibuka lagi. Kita tetap menghargai proses hukum yang berlaku. Harapan member ini gimana caranya keadilan ditegakkan," terang salah satu anggota Memiles, Putri Arista Diani, kepada wartawan di Surabaya, Rabu 15 Januari 2020.

Menurut Diani, aplikasi Memiles bukanlah investasi bodong, melainkan aplikasi yang menjual slot iklan. Kemudian pendapatan yang didapat anggota bukan dari top up dana, tapi dari sesuatu yang diiklankan.

"Kita pelajari dulu gimana aplikasi Memiles ini berjalan, keuntungannya seperti apa, terus income-nya dari mana. Bukan dari top up member. Seharusnya kita semua belajar masalah itu. Soalnya saya sampai mau beriklan di sini tanpa dibayar reward sepersen pun," ungkapnya.

Dirinya percaya di Memiles memberikan slot iklan yang paling murah di antara aplikasi lain. Diani hanya menyuarakan Memiles bangkit lagi dalam keadaan apa pun. Untuk proses hukumnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Baca juga: Selain Eka Deli dan Ello, Ada 13 Artis Terseret Investasi Bodong Memiles 

Lebih lanjut Diani mengatakan Memiles menguntungkan bagi dirinya meski belum mendapatkan reward dari PT Kam and Kam sebagai pengelola Memiles. Sebab, produk yang dipasang di Memiles menghasilkan pendapatan sebesar Rp40 juta.

"Namun belum dibayar, mau dibayar gimana karena begini keadaan. Rencananya Januari atau Februari akan dibayar. Seharusnya aplikasi Memiles ini diapresiasi karena karya anak bangsa," jelas wanita yang sudah top up hampir Rp 200 juta ini.

Seperti diketahui, Satgas Waspada Investasi Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar investasi ilegal alias bodong aplikasi Memiles yang mempunyai omzet ratusan miliar rupiah. Dalam kasus ini polisi telah menahan empat tersangka yakni KT (47), FS (52), ML alias Dr Eva (54), dan PH (22).

Baca juga: Polisi Imbau Korban Investasi Bodong Memiles Segera Melapor 

Memiles yang dikelola PT Kam and Kam memiliki 264 ribu anggota selama delapan bulan. Polisi juga mengamankan atau blokir rekening atas nama PT Kam and Kam. Uang yang telah disita senilai Rp122 miliar.

Selain uang miliaran rupiah, polisi juga menyita 18 unit mobil yang dipakai untuk operasional dan 2 unit sepeda motor. Setiap customer bisa memiliki lebih dari satu akun. Setiap akun harus top up dana mulai dari Rp50 ribu, Rp100 ribu, hingga Rp200 juta.

Baca juga: Polisi Akan Panggil Mulan Jameela Terkait Investasi Bodong Memiles 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini