nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mental Para Korban Keraton Agung Sejagat Perlu Ditangani

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 15:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 17 512 2154315 mental-para-korban-keraton-agung-sejagat-perlu-ditangani-F4n4p8GLJx.jpg Pengikut Keraton Agung Sejagat, Kasnan (foto: Kuntadi/Sindo)

KULONPROGO - Pengikut Keraton Agung Sejagat (KAS), Kasnan (40) berharap kepada pemerintah agar dapat menangani mental para korban, yang sudah ditipu oleh Toto Santoso (42), dan Fanni Aminadia (41).

"Saya berharap ada pendampingan buat teman-teman lain, karena masalah ini berdampak pada mental para korban," kata Kasnan di rumahnya di Desa Triharjo, Kulonprogo, DIY, Jumat (17/1/2020).

 Baca juga: Ini Alasan Pengikut Keraton Agung Sejagat Tertarik Bergabung

Sementara itu, Kapolres Kulonprogo, AKP Tartono mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan di lapangan, menyusul adanya informasi lima warga Kulonprogo yang ikut menjadi pengikut KAS. Para korban tergiur iming-iming dan bujuk rayu dari pemimpin mereka.

“Kami imbau masyarakat tidak mudah tergiur dengan janji-janji investasi ataupun model dana harta karun,” kata Tartono.

 KERATON SEJAGAT

Sekadar diketahui, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, yaitu Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat onar dan melakukan penipuan.

 Baca juga: Polisi Dalami Peran Mahamenteri Wiwik di Keraton Agung Sejagat

Kedua pelaku diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 14 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Sebelum mendirikan keraton, Toto mengaku mendapatkan wangsit dari leluhur dan keturunan raja-raja Mataram. Dia mendapat tugas segera mendirikan kelanjutan Kerajaan Mataram di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Toto yang mengaku mendapat wangsit, lantas meyakinkan orang-orang di sekitarnya. Dia pun melengkapi diri dengan beragam dokumen palsu agar orang lain percaya dengan perkataannya.

Bahkan, dia pun mencatut lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam dokumen palsunya. Dengan bekal tersebut, Toto yang ditemani permaisuri Ratu Dyah Gitarja berhasil memperdaya ratusan orang untuk menjadi pengikut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini