nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sopir Kontainer yang Kecelakaan di Rest Area Tol Cipularang Tak Miliki SIM

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 19:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 18 525 2154864 sopir-kontainer-yang-kecelakaan-di-rest-area-tol-cipularang-tak-miliki-sim-CygQf4iYtE.jpg Kecelakaan truk kontainer di rest area Tol Cipularang (Foto: @viral_berita)

PURWAKARTA - Sopir truk kontainer yang mengalami kecelakaan di Rest Area kilometer 97B Jalan Tol Cipularang, Jumat 17 Januari 2020 ternyata tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Adapun, penyebab kecelakaan karena truk mengalami rem blong.

Demikian dikatakan General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Pratomo Bimawan Putra berdasarkan informasi dari kepolisian, sebagaimana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/1/2020).

“Berdasarkan info dari PJR Cipularang dan data petugas di lapangan, rem blong merupakan faktor penyebab overspeed truk kontainer tersebut ketika memasuki rest area sehingga terguling dan berdampak pada kendaraan lainnya,” kata Bima.

Baca Juga: Pasca-Kontainer Terguling, Rest Area KM 97 Cipularang Kembali Normal 

Menurut Bima, selain dari segi kendaraan milik PT Gemilang Indah Jaya tidak layak operasi. Sopir truk kontainer dengan pelat nomor B 9766 UO yang tidak memiliki SIM juga tidak memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan. Kecelakaan tersebut kini ditangani Polres Purwakarta.

Sementara itu, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru sangat menyayangkan kecelakaan kendaraan Non Golongan I akibat rem blong atau tidak layaknya kendaraan, kembali terjadi.

“Sebanyak 46% kasus kecelakaan di Jalan Tol Jasa Marga melibatkan kendaraan Non Golongan I. Padahal, persentase kendaraan Non Golongan I hanya sekitar 8% dari jumlah keseluruhan kendaraan yang melintas di jalan tol Jasa Marga,” ujarnya.

 Ilustrasi

Heru dengan tegas mengimbau seluruh pengguna jalan terutama dalam hal ini adalah pengusaha logistik, untuk memastikan kelayakan kendaraan sebelum memulai perjalanan dan menyeleksi secara ketat para pengendara untuk memenuhi aturan dalam berlalu lintas termasuk mengecek surat-surat yang masih berlaku.

“Kendaraan yang tidak layak operasi, dan ditambah lagi dikendarai oleh pengendara yang tidak memenuhi syarat berkendara, akan berakibat fatal dalam perjalanan dan merugikan pengguna jalan lainnya seperti yang terjadi kemarin,” ujarnya.

Menanggapi kecelakaan tunggal Rest Area Km 97 Jalan Tol Cipularang tersebut, Road Safety Consultant dari Jasa Marga Safety Driving Academy Eko Reksodipuro mengatakan, tidak layaknya kendaraan dapat terlihat juga dari sisi kontainer bagian depan.

“Dapat terlihat dari video CCTV yang tersebar di masyarakat, kontainer bagian depan tidak terkunci dengan baik. Karena selain overload, yang berbahaya juga adalah unstable load seperti truk tangki yang tidak penuh isinya, kontainer yang muatannya bisa begerak hingga kunci pengaman kontainer di trailer tidak terpasang baik,” ujar Eko.

Baca Juga: Satu Pengendara Motor Tewas dalam Tabrakan "Adu Banteng" 

Jasa Marga telah menyelesaikan proses evakuasi truk kontainer di Rest Area Km 97B Jalan Tol Cipularang pada pukul 15.00 WIB. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan dua unit Mobile Crane dengan kapasitas masing-masing sebesar 45 Ton. Selama proses evakuasi, operasional Rest Area tetap berjalan normal.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini