DEPOK - Pemerintah Kota Depok akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan memberikan santunan kepada seluruh kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok, yang menjadi korban kecelakaan bus terguling di Subang.
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Somad mengatakan sebanyak 8 orang meninggal dunia 7 di antaranya merupakan warga Depok, sedangkan puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan.
Baca Juga: Wali Kota Depok Pimpin Salat Jenazah Korban Kecelakaan Bus di Subang
"Kami Pemkot Depok akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban kecelakaan, yang meninggal masing-masing mendapat Rp10 juta, dan korban luka-luka akan digratiskan biaya perawatan," kata Idris usai salatkan jenazah di Masjid As Shobariah, Cipayung, Minggu (19/1/2020).
Ia menuturkan Bus Purnama Sari nopol E 7508 W berpenumpang 58 orang terguling saat melintas dari arah Bandung menuju Subang. Akibatnya, 8 orang meninggal, 32 orang luka berat, dan 18 orang luka ringan.
"Korban kecelakaan tersebut merupakan kader terbaik posyandu Kota Depok yang hendak berlibur ke wilayah Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat," jelasnya.
Berikut tujuh nama korban meninggal asal Depok ;
1) Nama : Maria Khristina Khrisniaty, perempuan, umur 4 tahun, pekerjaan Ibu Rumah tangga, alamat Kampung Blok Citayam Desa Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung Kota Depok.
2) Nama : Maya Susilawati, perempuan, umur 43 tahun, pekerjaan wiraswasta/kondektur, alamat Jalan Bakung Raya Nomor 129 RT 02/04 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok.
3) Nama : Fitriyah Mahri, perempuan, umur 57 tahun, pekerjaan Ibu Rumah tangga, alamat Kp. Bojong bambon Nomor 72 RT 06/05 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung Kota Depok.
4) Nama : Riri Apriyanti, perempuan, umur 37 tahun, pekerjaan Ibu Rumah tangga, alamat Kampung Pondok Tirta Mandala Blok Q-3 Nomor 13 RT04/17 Kecamatan Cilodong, Kota Depok.