Jayapura Diguncang Gempa Susulan Berkekuatan M 4,4

Minggu 19 Januari 2020 03:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 19 340 2154935 jayapura-diguncang-gempa-susulan-berkekuatan-m-4-4-rkqqZcIKJm.jpg Ilustrasi Gempa Bumi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, kembali diguncang gempa bumi susulan berkekuatan Magnitudo 4,4 yang terjadi pukul 00.17 WIB, Minggu (19/1/2020). Setelah sebelumnya gempa berkekuatan Magnitudo 6,3 pada Sabtu (18/1/2020), pukul 23.38 WIB.

Seperti diberitakan iNews, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menjelaskan gempa bumi M 6,3 yang mengguncang Kabupaten Jayapura dan dimutakhirkan menjadi M6,1, merupakan jenis dangkal yang terjadi akibat aktivitas sesar lokal. Hal ini berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Rahmat Triyono, Minggu dini hari (19/1/2020).

gemp

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura

Hasil analisis BMKG, episenter gmpa bumi terletak pada koordinat 2,77 Lintang Selatan (LS) dan 139,52 Bujur Timur (BT). Episenter gempa tepatnya berlokasi di darat, pada jarak 108 km arah Barat Kota Jayapura, Papua, pada kedalaman 53 km.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Sentani dalam skala intensitas IV MMI, Jayapura dan Sarmi III-IV MMI, Yahukimo dan Keerom III MMI, dan Wamena II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk menghindar dari lereng tanah atau bebatuan yang berpotensi longsor, serta menghindar dari bangunan yang retak atau rusak karena gempa.

Selanjutnya, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat memastikan mendapatkan informasi resmi yang bersumber dari BMKG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini