nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Dalam Pipa Besi

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 09:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 22 340 2156414 seorang-pemuda-ditemukan-tewas-dalam-pipa-besi-TwLQn6ruzL.jpg Ilustrasi penemuan jenazah. (Foto: Ist)

SANGIHE – Tiga hari menghilang, CW (16) yang merupakan warga Desa Manente, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, ditemukan tewas dalam pipa besi berdiameter 30 inci pada Selasa 21 Januari 2020.

CW hilang sejak 17 Januari 2020 dan dilaporkan sang ibu AW (46) ke Polsek Tahuna. Dia mengatakan, anaknya pamit mandi di bendungan bersama teman-temannya di Kelurahan Manente. AW berpikir anaknya menginap di rumah temannya.

Baca juga: Polda Jabar: Hasil Autopsi Jenazah Mantan Istri Sule Belum Rampung 

"Saya baru mengetahui kalau dia tidak bersama dengan teman-temannya. Pada hari Senin, salah satu orangtua dari teman anaknya mengantarkan kaus milik CW ke rumah dan saat itu saya baru mengetahui anak saya hilang," ujar Anita.

Setelah menerima laporan anak hilang, Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Pos SAR Tahuna, Polsek Tahuna, Babinsa Manente, dan masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk mencari CW di sekitar bendungan.

"Korban dicurigai terjebak di dalam pipa besi berdiameter 30 inci di waduk buatan, karena menurut laporan pekerja setempat di lokasi tersebut sudah tercium aroma bangkai yang menyengat dan membutuhkan evakuasi," ujar Kepala Kantor Basarnas Manado Suhari Noster Norbertus Sinaga.

Baca juga: Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Obat Berserakan di Sekitarnya 

Proses evakuasi membutuhkan waktu 5 jam dikarenakan kerasnya pipa yang harus dipotong terlebih dahulu dan pipa diangkat sambil digoyang-goyang menggunakan alat berat untuk mengeluarkan korban.

"Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan sudah diserahkan ke keluarga untuk disemayamkan, dan identifikasi kejadian ini kami serahkan ke kepolisian yang berkompeten untuk menyelidiki penemuan korban," kata Sinaga.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan yang terlibat sehingga proses evakuasi korban berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.

"Kami selaku kepala kantor apabila masyarakat melihat kejadian yang membahayakan jiwa manusia silahkan laporkan ke Basarnas Manado, kami siap membantu," jelasnya.

Baca juga: Penemuan Mayat di Gudang Barang Bekas Hebohkan Warga Medan Deli 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini