Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Potret Toleransi dalam Perayaan Imlek di Cirebon

Fathnur Rohman , Jurnalis-Sabtu, 25 Januari 2020 |06:42 WIB
Potret Toleransi dalam Perayaan Imlek di Cirebon
Perayaan malam Imlek di Vihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon. (Foto : Okezone.com/Fathnur Rohman)
A
A
A

CIREBON – Warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2571 yang jatuh pada 25 Januari 2020. Di Kota Cirebon, Imlek tak hanya dirayakan warga keturunan Tionghoa. Umat muslim pun ada yang meramaikan perayaan malam Imlek.

Begitulah potret di Vihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Jawa Barat. Vihara tertua di Cirebon ini selalu ramai saat malam perayaan tahun baru Imlek seperti sekarang.

Saat Okezone datang berkunjung pada Jumat (24/1/2020) malam, nuansa serba merah sangat terasa ketika pertama kali menginjakan kaki di tempat ini. Lilin-lilin berukuran kecil, sedang, hingga raksasa terpampang jelas di depannya. Sementara lampion beraneka motif terpasang menghiasi dan menambah cantik langit-langit di Vihara Dewi Welas Asih.

Masyarakat selain keturunan Tionghoa pun tampak hadir dalam perayaan malam tahun baru Imlek di Vihara Dewi Welas Asih. Mereka berinteraksi serta bertegur sapa tanpa ada rasa canggung sedikitpun. Ini bukan hal aneh karena keharmonisan antarumat beragama di Kota Cirebon masih terawat dengan baik.

Gwi Khusung atau Romo Sungkono, pengurus dari Vihara Dewi Welas Asih mengakui hal tersebut. Ia menceritakan, ada faktor historis mengapa keharmonisan umat beragama di Kota Cirebon masih terjaga hingga sekarang.

Perayaan malam Imlek di Vihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon. (Foto : Okezone.com/Fathnur Rohman)

Jika menilik sejarahnya, menurut Sungkono, Putri Ong Tien menjadi tokoh yang sangat berperan dalam mempererat hubungan baik antara masyarakat Cirebon dengan warga keturunan Tionghoa.

Diceritakan Sungkono, Putri Ong Tien merupakan istri dari pendiri Kesultanan Cirebon sekaligus salah satu Wali Songo, yakni Sunan Gunung Jati. Mereka berdua menikah pada 1540.

Dari peristiwa itulah, Sungkono menyebut warga keturunan Tionghoa dan masyarakat Cirebon selalu berhubungan baik dan tidak pernah terlibat konflik sama sekali.

"Kalau toleransi di sini jangan ditanya lagi. Sangat terjaga. Sangat harmonis. Biar sejarah saja yang berbicara. Historisnya memang ada. Dulu Putri Ong Tien dari Tiongkok masuk Islam dan menjadi istri Sunan Gunung Jati. Dari situ sampai sekarang masih terjaga keharmonisannya, " kata Sungkono saat berbincang dengan Okezone.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement