Sungkono mencontohkan nilai-nilai toleransi saat perayaan Imlek di Vihara Dewi Welas Asih juga bisa dilihat pada orang-orang asal Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang memainkan musik pat im khas Tiongkok.
Meski beragama Islam, setiap Imlek mereka akan selalu memainkan musik-musik pat im di Vihara Dewi Welas Asih. Bahkan, diungkapkan Sungkono, hanya merekalah yang bisa menyesuaikan keselarasan irama ketika seorang pemuka agama dari warga Tionghoa sedang melafalkan doa-doa.
Ia mengatakan, mereka merupakan grup pat im satu-satunya yang ada di Cirebon dan sekitarnya.
"Mereka tiap Imlek main musik di sini. Mereka satu-satunya di Cirebon dan paling tua. Cuma mereka yang iramanya bisa sama saat biksu mengucap mantra dan sutra," ujarnya.

Sungkono bercerita, selama puluhan tahun tinggal di Cirebon masyarakat lokal di sekitarnya selalu menerimanya dengan baik, meskipun ia warga keturunan Tionghoa.
Sungkono menuturkan, saking terjaganya keharmonisan umat beragama di Cirebon, saat ini ia bahkan sudah memiliki menantu yang beragama Islam.
Dalam perayaan tahun baru Imlek ini, Sungkono berharap masyarakat di Kota Cirebon selalu mendapat nasib baik serta kerukunan umat beragama tetap terjaga.
"Saya saja sekarang punya menantu yang agamanya Islam. Ini bukti keharmonisannya. Semoga ini bisa terjaga terus, " tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.