JAKARTA - Duka cita kembali menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu tokoh sepuh NU, KH Ahmad Bagdja, wafat pada Kamis (6/2/2029) pukul 01.09 WIB di Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC).
Kiai Ahmad Bagdja lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 1945. Dia dikenal sebagai kiai penggerak dan organisatoris. Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, M Nabil Haroen menuturkan, ada beberapa kenangan penting yang dia ingat tentang sosok Kiai Bagdja.
Pertama, Kiai Bagdja konsisten dengan pengabdian ke-NU-an, keislaman, dan kebangsaan. "Beliau sosok yang istiqamah untuk berjuang membesarkan NU dan Islam, selalu peduli dengan persoalan umat. Dari sosok beliau, generasi santri bisa belajar bagaimana berjuang dan mengabdi," ungkap Gus Nabil dalam pesan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dilansir dari iNews.id, Kamis (6/2/2020).
Kedua, kata dia, Kiai Bagdja adalah sosok pengader dan pendamping generasi muda. Semasa hidupnya, almarhum selalu memberi nasihat, arahan, sekaligus teladan begi generasi muda. Menurut Nabil, Kiai Bagdja tidak kenal lelah mengader santri, agar menjadi pejuang sekaligus pemimpin.