nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Tiket Pendakian Gunung Lawu Naik Mulai Maret 2020

Agregasi Solopos, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 13:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 14 512 2168391 harga-tiket-pendakian-gunung-lawu-naik-mulai-maret-2020-nE4AcsTh0S.jpg Tebing Gunung Lawu. (Foto: Ist/Tim SAR Karanganyar/Solopos)

KARANGANYAR – Harga tiket pendakian Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, naik mulai Maret 2020. Kenaikan menjadi Rp20 ribu dari sebelumnya Rp15 ribu per orang.

Hal ini sebagaimana telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga selaku pengelola wisata pendakian ke Gunung Lawu.

Baca juga: Misteri Kehidupan Ribuan Tahun Lalu di Gunung Lawu Mulai Terungkap 

Gunung Lawu sendiri memiliki dua jalur pendakian resmi di wilayah Karanganyar. Masing-masing melalui Cemara Kandang di Kecamatan Tawangmangu serta Candi Ceto di Kecamatan Jenawi.

"Iya kami naikkan karena (harga tiket Rp15 ribu) sudah tidak layak. Diprotes pengelola objek wisata (pendakian gunung) yang lain. Yang lain saja sudah sampai Rp20 ribu, bahkan Rp25 ribu. Makanya (naik dari Candi) Ceto Rp20 ribu dan (Cemara) Kandang Rp20 ribu. Mulai 1 Maret," kata Kepala Disparpora Karanganyar Titis Sri Jawoto, Kamis 13 Februari 2020, mengutip dari Solopos.

Ia memaparkan harga tiket masuk itu dibagi Rp250 untuk asuransi, Perum Perhutani KPH Solo mendapat 45 persen, sarana prasarana 5 persen, dan sisanya Pemkab Karanganyar. Milik Pemkab Karanganyar dibagi lagi untuk Pemkab 80 persen dan masing-masing 10 persen untuk LMDH serta desa/kelurahan setempat.

Baca juga: Polisi Tetapkan Tersangka Penebangan Pohon Hutan Gunung Lawu 

Ketika ditanya penggunaan 5 persen dari bagi hasil tiket untuk sarana-prasarana, Titis mengatakan Pemkab dan Perhutani Karanganyar sedang mencari solusi untuk menggunakan dana itu.

"Utamanya untuk perbaikan sarana-prasarana agar pendaki nyaman. Tetapi secara administrasi juga tidak melanggar. Selama ini perbaikan sarana prasarana (pos pendakian) itu inisiatif sukarelawan dan donatur. Mudah-mudahan tahun ini bisa memanfaatkan (bagi hasil 5 persen untuk sarana prasarana)," jelasnya.

Sementara Sukarelawan Anak Gunung Lawu (AGL), Purharyanto alias Best, menyampaikan kenaikan harga tiket pendakian harus diimbangi peningkatan kualitas sarana-prasarana. Salah satunya rencana Pemkab Karanganyar menata dan merapikan anak tangga pada Jalur Pendakian Cemara Kandang.

Best meluruskan pemahaman masyarakat perihal rencana Pemkab Karanganyar membangun anak tangga menuju Puncak Lawu. Ia mengatakan, jikalau Pemkab hendak menaikkan tarif retribusi pendakian Lawu, sebaiknya dibarengi perbaikan jalan yang licin.

Baca juga: Ini Penyebab Kebakaran Hutan di Gunung Lawu Sulit Diatasi 

"Jare arep digawe tangga. Itu membenahi tangga yang ada dibikin lebih bagus supaya enggak licin. Sing landai ya landai, sing nanjak dan enek tangga diapikne. Tangga dari tanah, batu, dan kayu dari sekitar. Bukan dari basecamp sampai Puncak Lawu bikin tangga dari semen," jelas Best saat dikonfirmasi Solopos.

Ia menceritakan donatur dari Solo membantu memperbaiki Pos 2, Pos Bayangan, dan Pos 3 Jalur Pendakian Cemara Kandang pada 2016. Perbaikan pada dinding dan atap semula kayu menjadi seng. Mereka masih mencari donatur untuk memperbaiki Pos 1, 4, dan 5 yang roboh karena diterjang angin.

Baca juga: Total 30 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar 

Petugas Lapangan Bidang Destinasi Disparpora Karanganyar, Nardi, menyampaikan sukarelawan memperbaiki Pos 1, 3, dan 4 di Jalur Pendakian Candi Ceto.

"Kami memperluas ukuran shelter dari 2x3 meter menjadi 4x6 meter. Dinding dan atap dari MMT diganti seng dan galvalum. Anggaran dari sukarelawan yang dikumpulkan selama dua tahun. Untuk kenyamanan pendaki saat hujan dan kemalaman."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini