Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pura-Pura Beli Pulsa, 2 Remaja Rampas HP Pedagang di Ciputat

Hambali , Jurnalis-Minggu, 23 Februari 2020 |01:01 WIB
Pura-Pura Beli Pulsa, 2 Remaja Rampas HP Pedagang di Ciputat
Lokasi Pencurian Ponsel Pedangan Warung di Jalan Sumatera, Jombang, Ciputat, Tansel (foto: Okezone/Hambali)
A
A
A

TANGERANG SELATAN - Dua remaja yang belum diketahui identitasnya merampas handphone milik pedagang toko sembako di Jalan Raya Sumatera, RT03 RW02, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Diceritakan korban bernama Abdurahman (33) kepada Okezone, kejadian itu berlangsung pada Sabtu (22/2/2020) sekira pukul 02.30 WIB. Dia tak menaruh curiga saat 2 orang remaja menghentikan laju sepeda motornya di depan toko.

Baca Juga: 6 Fakta Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman 

Pura-Pura Beli Pulsa, 2 Remaja Rampas HP Pedagang di Ciputat (foto: Okezone/Hambali)

"Dia berboncengan satu sepeda motor. Terus keduanya turun mau beli pulsa, sambil mengambil minuman dingin di dalam freezer," katanya di lokasi.

Saat korban menanyakan nomor handphone yang akan diisi pulsa, di antara kedua pelaku nampak seolah kebingungan. Tiba-tiba, salah satu pelaku mendekat ke arah korban seolah ingin menyebutkan nomor ponselnya.

"Waktu dia nyebutin baru beberapa nomor, dia langsung merampas handphone saya dan kabur dengan sepeda motor," imbuh Abdurahman.

Korban berupaya mengejar dengan bergegas keluar dari warung, sayang pakaiannya tersangkut tumpukan tabung gas hingga membuat tabung berukuran 3 kilo berjatuhan di dalam warungnya.

"Saya kejar dia, waktu saya mau keluar warung tapi tersangkut tumpukan tabung gas. Akhirnya saya teriaki, tapi karena sepi ya enggak ada yang dengar," tuturnya.

Menurut dia, kedua pelaku tak mengenakan helm saat beraksi. Sehingga jika dilihat dari ciri-ciri fisiknya, mereka masih berusia antara 18 hingga 23 tahun. Saat beraksi, sempat tercium aroma minuman keras dari mulut kedua pelaku.

"Keliatan usianya belasan, masih remaja, pakai motor matik. Bau miras juga mulutnya," ucapnya.

Situasi di Jalan Sumatera sangat sepi pada waktu kejadian. Bisa dibilang, toko sembako korban satu di antara sedikit toko yang memilih buka hingga 24 jam di wilayah itu. Karena, kata dia, kebanyakan warung sembako dari etnis Madura beroperasi siang dan malam.

"Di sini kalau malam memang sepi, tapi kan rata-rata kalau pedagang Madura itu memang 24 jam tetap buka," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement