nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belum Dibuatkan Talut, Tebing di JLK Wonogiri Rawan Longsor

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 10:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 24 512 2173108 belum-dibuatkan-talut-tebing-di-jlk-wonogiri-rawan-longsor-J8dPgIpJPR.jpg Bongkahan tebing longsor di Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri. (Foto: Rudi Hartono/Solopos)

WONOGIRI – Tebing yang berada di Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri dilaporkan sering mengalami longsor. Penyebabnya belum dibuatkannya talut di tebing tersebut.

Mengutip dari Solopos, Senin (24/2/2020), kawasan tebing rawan longsor itu tepatnya di JLK Wonogiri ruas dekat Mapolres-Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri. Para pengguna jalan pun diimbau sangat berhati-hati saat melintas.

Baca juga: 2 Penambang Pasir dan Batu di Magelang Tewas Tergulung Longsor 

Dilaporkan, selama beberapa hari terakhir terjadi longsor di tebing beberapa titik ruas JLK Wonogiri. Ada yang area longsornya luas, tetapi ada pula yang kecil.

Ada juga material tanah yang memenuhi sebagian JLK Wonogiri. Petugas yang mengetahui langsung menyingkirkannya ke tepi jalan.

Meski berbahaya, tidak sedikit orang yang justru berada di area terancam terdampak longsor. Mereka yang mayoritas remaja itu berswafoto, berfoto kelompok, atau memfoto motor berlatar jalan berdinding tebing di kedua sisinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, JLK Wonogiri dekat tebing terdapat di segmen I antara ruas dekat Mapolres hingga Desa Pare, Selogiri.

Panjang tebing di tepi JLK sekira 800 meter. Tinggi tebing bervariasi. Ada yang lebih dari 5 meter dan ada yang 2 hingga 3 meter.

Seluruh tebing yang rawan longsor belum dilapisi talut atau dikuatkan dengan beton. Tebing yang dipasangi talut hanya di bagian dekat permukiman warga.

Tebing berpotensi longsor karena strukturnya bukan bebatuan, tetapi tanah padas. Terlebih, bagian atasnya banyak pepohonan yang akar-akarnya sudah terpotong.

Kondisi tersebut menambah beban tebing. Tebing itu terbentuk dari hasil pemaprasan bukit. Pekerja memapras bukit menggunakan alat berat.

Baca juga: Tebing 4 Meter di Buleleng Ambrol, Longsoran Timpa Rumah 

Salah seorang pengguna JLK Wonogiri, Ibrahim (50), warga Purwosari, Kecamatan Wonogiri, menilai Pemerintah Kabupaten Wonogiri sebaiknya tidak membuka jalur tersebut untuk angkutan berat dan kendaraan umum terlebih dahulu sebelum seluruh tebing diperkuat talut.

Menurut dia, saat ini tebing membahayakan pengguna jalan. Tebing sewaktu-waktu bisa longsor ke jalan. Potensi longsor lebih besar saat hujan deras mengguyur.

Ia mengatakan, lebih baik pengguna jalan tidak melintas di JLK Wonogiri ruas tersebut saat atau setelah hujan guna menghindari kecelakaan.

"Terakhir saya melintas menggunakan motor roda tiga membawa istri dan saudara. Saya pas lewat agak waswas karena khawatir tebing longsor. Alhamdulillah saat melintas tidak ada tebing yang longsor," ungkapnya.

Sebelumnya dia tidak tahu ada ruas jalan yang berada dekat tebing.

Sementara Bupati Wonogiri Joko Sutopo saat dimintai konfirmasi mengatakan struktur tebing dekat JLK akan dikuatkan pada tahun ini. Teknisnya bakal dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Namun, langkah itu tidak bisa langsung direalisasikan karena Pemkab Wonogiri harus meminta izin terlebih dahulu kepada Perum Perhutani.

Baca juga: Tebing di Samping Jalan Limbangan Garut Longsor 

Dia mengungkapkan, anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Bupati yang akrab disapa Jekek itu menyebut penganggarannya bisa mendahului APBD Perubahan.

Hal tersebut dikarenakan proyek ini masuk kategori mendesak. Jalan yang dekat tebing bakal dibuatkan jarak agar tidak terlalu mepet tebing.

"Tidak hanya memperkuat struktur tebing, kami juga akan mengupayakan pengadaan kelengkapan perhubungannya," katanya.

Baca juga: Tahap Awal, Korban Banjir-Longsor Sukajaya Dibuatkan 223 Hunian Tetap 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini