nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Alami Baby Blues Syndrom, Ibu Tega Aniaya Anak hingga Tewas

INews.id, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 16:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 27 340 2175096 diduga-alami-baby-blues-syndrom-ibu-tega-aniaya-anak-hingga-tewas-BjRNiypjx8.jpg Malfia (37) Didampingi Saudarinya Saat Dibawa Ke Polres Buton Tengah, Usai Menganiaya Dua Anaknya hingga Salah Satunya Tewas (foto: iNews/Andi Ebha)

BUTON TENGAH – Dua balita di Desa Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dianiaya ibu kandungnya. Bahkan, satu dari dua balita tersebut dilaporkan tewas.

Pelaku, yakni Malfia (37) diduga mengalami baby blues syndrome hingga tega menganiaya dua anaknya. Akibat penganiayaan itu, satu anaknya yang masih berumur empat bulan tewas setelah dicelup dalam bak air.

Baca Juga: Suami Dibunuh Istri saat Tertidur karena Malas Bekerja 

Sedangkan satu anaknya lagi yang berusia dua tahun sekarat akibat luka serius di belakang leher dan dirawat di RSUD Buton Tengah. Peristiwa tragis itu terjadi Selasa 25 Februari 2020 sore pukul 17.00 Wita. Sang ibu tega menganiaya dua anak kandung di rumahnya.

Saat itu, Malfia seorang diri tanpa suami. Setelah kejadian itu, pelaku ditangkap polisi dan kini masih diperiksa intensif di Mapolres Buton Tengah.

Kapolsek Sangi Wambulu mengatakan, pelaku yang merupakan ibu dua anak itu diduga punya riwayat baby blues syndrome alias depresi pasca-melahirkan.

Sebelumnya, Malfia pernah melakukan hal serupa saat persalinan anak pertamanya. Beruntung, kala itu anaknya bisa diselamatkan.

“Untuk dugaan gejala baby blus syndrome dan motif mengapa ibu itu tega menganiaya dua anaknya hingga tewas masih kami dalami. Saat ini, pelaku sudah diamankan dan masih diperiksa penyidik,” kata Malfia, Rabu 26 Februari 2020.

Sementara anak pelaku yang tewas sudah dimakamkan pihak keluarga. Sedangkan anak pertama pelaku masih dirawat di RSUD Buton Tengah.

Hari ini ibu pengidap sindrom baby blues yang menganiaya bayinya hingga tewas tersebut dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari, Kamis (27/2/2020). Dia akan menjalani serangkaian tes kejiwaan.

Dari pantauan iNews.id, Marfiah ditemani keluarga dan petugas Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta dikawal petugas Polres Baubau. Mereka berangkat dengan mobil dari Mapolres Baubau menuju Kendari, Kamis siang.

“Kami sudah melaksanakan pemeriksaan tahap awal dan kemudian masih perlu pemeriksaan tambahan. Jadi siang ini pelaku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Kendari untuk menjalani tes kejiwaan,” kata Kapolsek Sangia Wambulu Iptu Tri Nugroho.

Baca Juga: Polisi Bantah Bocah SD di Mojokerto Sempat Diculik dan Disodomi Sebelum Dibunuh 

Tri mengatakan, pihaknya belum mengetahui berapa lama tersangka akan menjalani pemeriksaan kejiwaan. Namun, polisi berharap pemeriksaan bisa dilakukan secepatnya untuk mempercepat penyidikan kasus itu.

“Saya tidak tahu persis berapa lama pemeriksaan, kami berharap bisa secepatnya. Kalau dokternya mengatakan seminggu, kami berharap cukup tiga hari,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini