nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Turap Sungai Winongo Bantul Ambrol, Rumah Warga Terancam Longsor

Agregasi Harian Jogja, · Kamis 27 Februari 2020 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 27 510 2175035 turap-sungai-winongo-bantul-ambrol-rumah-warga-terancam-longsor-5VI1dZHuhP.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

BANTUL - Turap kali Winongo di RT 13, Dusun Gumuk Indah, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, ambrol pada Jumat 14 Februari 2020. Meski tak ada korban, turap yang ambrol sepanjang 100 meter dengan ketinggian tujuh meter itu mengancam satu rumah warga.

Rumah milik Sumiyati (65) itu bahkan sudah tak lagi berjarak dengan sungai. Tak heran, jika Sumiyati dan keluarganya waswas terjadi longsor. Mereka tidak berani beraktivitas di dapur atau bangunan yang berdampingan langsung dengan sungai.

“Ya waswas setiap hari. Ini ambrol baru pertama kali sejak saya menempati rumah ini selama 30 tahun,” kata Sumiyati, Kamis (27/2/2020).

Sumiyati menjelaskan, ambrolnya talut di belakang rumahnya terjadi saat hujan lebat. Ketika dia bersama anak dan menantunya sedang bersantai di ruang tengah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti gempa bumi.

(Harian Jogja/Ujang)

“Pertama yang ambruk itu rumpun bambu, setengah jam kemudian baru tanah dan batu pinggir sungai,” ujar dia.

Bupati Bantul Suharsono mengaku sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan kawasan Permukiman (DPUPKP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendata kerusakan talut dan segera memperbaikinya.

Akan tetapi pihaknya perlu mendalami terlebih dulu kewenangan perbaikan talut tersebut apakah kewenangan Pemkab Bantul atau Balai Besar Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

“Tetapi yang pasti, ini perlu segera ditangani karena membahayakan tidak ada sampai setengah meter jarak dengan bangunan rumah,” kata Suharsono.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini