nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Raup Ratusan Juta Rupiah, 3 Pelaku Kejahatan Carding Ditangkap Polisi

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 14:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 27 519 2174980 raup-ratusan-juta-rupiah-3-pelaku-kejahatan-carding-ditangkap-polisi-K0mkUuGJWI.jpg Polda Jawa Timur menangkap tiga pelaku ilegal akses atau carding (Foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Anggota Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus tindak pidana ITE berupa Ilegal akses jenis carding, atau menggunakan data kartu kredit milik orang lain untuk membeli tiket maskapai penerbangan dan kamar hotel. 

Dalam kasus ini, polisi meringkus tiga tersangka. Identitas ketiga tersangka masing-masing berinisial SG dan FD yang merupakan pemilik agen travel, yang menjual tiket maskapai atau kamar hotel hasil kejahatan carding.

Disusul MR sebagai eksekutor atau yang melakukan pembelian tiket-tiket maskapai dan kamar hotel, yang pembayarannya menggunakan data kartu kredit milik orang lain.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan kasus itu berawal ketika tersangka SG dan FD membuka usaha Agen Travel dengan iming-iming promo tiket diskon 20 persen sampai 30 persen. Di mana, media promosinya melalui akun Instagram atas nama @TN.

Baca Juga: Usai Berobat, Pasien RS Cempaka Putih Dijambret Pecandu Narkoba 

Polda Jatim menunjukkan barang bukti kasus carding Foto: Syaiful Islam

Selanjutnya, apabila ada pelanggan yang memesan tiket maskapai atau kamar hotel, tersangka SG dan FD menyuruh pelanggan untuk mencari tahu dulu harga tiket resmi pada salah satu situs jual beli tiket perjalanan dengan dalih agar bisa menentukan diskon yang akan diberikan kepada pelanggan.

"Lalu tersangka SG dan FD membeli tiket tersebut dari para pelaku ilegal akses jenis carding yang salah satunya adalah tersangka MR, dengan harga beli hanya sebesar 40 persen sampai 50 persen dari harga resmi. Kemudian dijual lagi kepada pelanggan seharga 70 persen sampai 75 persen dari harga resmi," terang Trunoyudo, Kamis (27/2/2020).

Untuk tersangka MR mendapatkan data-data kartu kredit milik orang lain secara ilegal dengan cara membeli dari para pelaku spammer (pencuri data kartu kredit) melalui media sosial Facebook Messenger, dengan harga per 1 data kartu kredit (CC) Rp150.000 – 200.000.

"Untuk data kartu kredit yang dibobol atau digunakan melakukan pembelian tiket-tiket adalah milik orang Jepang. Tersangka SG melakukan perbuatan sejak Februari 2019, dengan keuntungan per bulan kurang lebih Rp30 juta, dalam 1 tahun melakukan kurang lebih 500 transaksi tiket hasil carding dan sudah mendapatkan keuntungan Rp300 juta sampai Rp400 juta," ujar Trunoyudo.

Sedangkan tersangka FD melakukan perbuatan sejak awal 2018, dengan keuntungan perbulan kurang lebih Rp10 juta. Dalam 2 tahun melakukan kurang lebih 400 transaksi tiket hasil carding, dan sudah mendapatkan keuntungan Rp240 juta.

Baca Juga: Remaja di Cirebon Ditangkap Polisi Gegara Nekat Curi Kotak Amal Masjid 

Untuk tersangka MR melakukan perbuatan sejak Maret 2019, dengan keuntungan perbulan kurang lebih Rp20 juta. Dalam kurun waktu 1 tahun melakukan perbuatan carding sekitar 500 transaksi tiket hasil carding, dan sudah mendapatkan keuntungan Rp240 juta.

"Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 32 Ayat (1) Jo Pasal 48 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP," paparnya.

Trunoyudo menambahkan, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus ini seperti laptop, buku rekening, kartu ATM, kartu kredit, dan Handphone.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini