Sebuah lereng dengan ketinggian 8 meter yang berada di jalan besar tersebut longsor. Akibatnya ruas jalan tertimbun longsor dan tidak bisa difungsikan. Selain itu jaringan air minum rusak parah.
“Tim reaksi cepat BPBD bersama Tagana dan FPRB sudan melakukan evakuasi agar jalan bisa difungsikan lagi,” ucap Edy Basuki.
Secara geografis, karakteristik tanah di Gunungkidul terdiri dari sejumlah rongga dan terdapat sungai bawah tanah maupun goa. Pada lapisan tanah paling luar, jika tergerus banjir dan terdampak hujan deras sering terjadi tanah ambles.
Begitu juga di Kecamatan Gedangsari yang selama ini dipetakan sebagai wilayah rawan longsor. Tahun lalu tanah ambles di Kabupaten Gunungkidul akibat terdampak hujan deras terjadi di 17 lokasi tersebar di 7 desa. Terbanyak di Kecmatan Rongkop, hampir seluruh desa terdapat tanah ambles dengan beragam luas dari berdiameter 2 meter hingga mencapai 5 meter.
Data BPBD Gunungkidul, tanah ambles tidak hanya terjadi di kawasan ladang tetapi juga terjadi di sekitar permukiman penduduk. ”Intensitas hujan masih tinggi dan kami minta warga meningkatkan kewaspadaan,” terangnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.