Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penumpang KRL Masih Menumpuk di Stasiun Cilebut Pagi Ini

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Selasa, 14 April 2020 |06:48 WIB
Penumpang KRL Masih Menumpuk di Stasiun Cilebut Pagi Ini
Penumpukan penumpang KRL di Stasiun Cilebut, Selasa 14 April 2020 pukul 04.15 WIB (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Penumpukan penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line sebagai imbas kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih terlihat di Stasiun Cilebut, Bogor pada Selasa (14/4/2020) pagi ini.

Penumpukan terjadi pada pukul 04.15 WIB, di mana para pengguna KRL terlihat saling berdempet di sekitar area luar stasiun untuk mengantre masuk.

Penerapan physical distancing demi cegah penyebaran Covid-19 sama sekali tidak berjalan pagi ini, mengingat jumlah pengguna KRL membeludak, sementara operasional rangkaian kereta sendiri dibatasi.

Pengguna KRL commuter line di Bogor yang kebanyakan pekerja di Jakarta ini mengeluhkan kebijakan itu. Mereka mendesak PT KCI mengevaluasi pengurangan jam operasional kereta yang berdampak pada penumpukan orang setiap harinya.

Gerbong Numpuk

"Udah kayak gini (padat penumpang), masih sama kayak kemarin," celetuk salah seorang pengguna KRL, Ella Yulianti kepada Okezone.

Sebelumnya, VP Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba mengatakan pihaknya telah memenuhi intruksi terkait penerapan PSBB virus corona. Namun, menurut dia, menumpuknya penumpang pada pagi ini lantaran masih banyak kantor tidak meliburkan pegawainya.

"Kami sebagai operator sudah memenuhi sesuai dengan instruksi PSBB yang dibuat. Kita lihat sendiri masih banyak masyarakat yang hendak bekerja," kata Anne kepada wartawan, Senin kemarin.

Stasiun Numpuk

Dia berharap pemberlakuan PSBB juga harus ada pengawasan dari masing-masing pemerintah daerah.

"Kita berharap pembuatan PSBB juga dibarengi dengan kontrol dan pengawasan pemda terhadap implementasi PSBB ini, terutama mobilisasi masyarakatnya," ujar dia.

Anne mengaku telah mengupayakan penerapan PSBB dengan mengerahkan 4.000 lebih petugas di 80 stasiun dengan bantuan marinir. Namun, dia tidak menjawab kenapa tak memberlakukan physical distancing atau jaga jarak diri saat penumpang mengantre di stasiun.

"Sekarang bagaimana dengan support pemda atas implementasi PSBB?" pungkasnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement