Menag mengakui bahwa mudik merupakan bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Namun, kebijakan pemerintah yang memberlakukan larangan mudik harus dipatuhi demi kebaikan bersama di tengah pandemi covid-19.

"Memang masyarakat kita, termasuk saya dan keluarga, dalam kondisi normal kalau pertengahan Ramadan biasanya sudah bersiap pulang kampung. Enak rasanya puasa bersama keluarga di kampung, bersama saudara-saudara semua, apalagi menjelang Idul Fitri," ungkapnya.
"Tapi kita tahu bersama bahwa situasi sekarang tidak memungkinkan. Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden mulai 24 April nanti melarang mudik, dan kami mendukung itu," sambungnya.