Polisi Bongkar Sindikat Tembakau Rasa Narkoba di Kota Bandung

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 02 Juni 2020 02:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 02 525 2222976 polisi-bongkar-sindikat-tembakau-rasa-narkoba-di-kota-bandung-maNJGHLGVK.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

BANDUNG - Satres Narkoba Polres Cimahi, Jawa Barat membongkar sebuah pabrik rumahan yang memproduksi tembakau sintetis mengandung narkotika, di Cibaduyut, Bojong Loa Kidul, Kota Bandung.

Pengungkapan itu, berawal dari banyaknya informasi terkait dengan beredarnya tembakau sintetis di wilayah Kota Cimahi. Petugas pun mendalami informasi tersebut dan lakukan penyelidikan.

"Anggota kami lakukan undercover, pendalaman informasi penjualan tembakau sintetis," kata Kapolres Cimahi AKBP M.Yoris Maulana, saat dihubungi via pesan singkat, Senin (1/6/2020).

Dari penyelidikan itu, polisi mendapat adanya jaringan penjualan tembakau sintetis, melalui media sosial instagram. Singkat cerita, petugas berpura-pura menjadi pembeli dengan memesan secara online. Kemudian, saat mengambil pesanan, polisi menangkap satu orang penjualnnya yang berinisial DS (19) warga Kota Cimahi, pada 31 Mei 2020.

"Saat diamankan, pelaku kedapatan membawa lima linting tembakau sintetis," katanya.

Polisi pun lakukan pengembangan. Pelaku DS mengaku, ia bekerja sama dengan seorang lainnya yang berinisial PS (20). Polisi mengejar PS dan berhasil menangkapnya, di sebuah rumah kontrakan, di Cibaduyut, Bojong Loa Kidul, Kota Bandung.

Pelaku PS rumah kontrakannya itu, dijadikan pabrik mini pembuatan tembakau sintetis. PS pun belajar meracik dan mendapat bahan baku pembuatan tembakau sintetis itu, dari seseorang yang tengah dalam pengejaran.

Dalam seharinya, ia mampu memproduksi beberapa gram untuk dijadikan lintingan tembakau sintetis, untuk dijual kembali.

"PS yang meracik, dan DS yang memasarkan," ucapnya.

Tersangka PS dan tersangka Ds dalam sekali produksi mendapatkan keuntungan kotor sejumlah Rp175.000.000. Setiap 1 gram bibit tembakau sintetis, dapat menghasilkan 50 gram tembakau sintetis dengan harga jual per 5 gram seharga 350.000 sampai 400.000.

"Mereka sudah beroperasi selama beberapa bulan. Pemasaran hasil produksi tembakau sintetis kedua tersangka selain di Kota, Cimahi, Kota Bandung, Kab. Bandung beredar juga di beberapa Kota dan Kabupaten di wilayah pulau Jawa," katanya.

Dari pengungkapan ini, ‎polisi amankan beberapa barang bukti diantaranya ‎beberapa linting tembakau sintetis, beberapa bahan pokok tembakau sintetis beserta‎ peralatannya.

Tersangka PS dan Tersangka DS diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 113 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020, Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

"Ancaman pidananya diatas 10 tahun, bui," pungkasnya.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini