Polisi Sita 41.200 Butir Obat Batuk yang Disalahgunakan untuk Mabuk

Demon Fajri, Okezone · Sabtu 06 Juni 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 06 340 2225494 polisi-sita-41-200-butir-obat-batuk-yang-disalahgunakan-untuk-mabuk-2h6SU22YPj.jpg Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarmo (Foto : Okezone.com/Demon)

BENGKULU - Jajaran Polres Bengkulu Selatan, Polda Bengkulu, menyita salah satu merek obat batuk sebanyak 41.200 butir pil yang diduga dijadikan kalangan remaja di daerah tersebut untuk mendapatkan efek mabuk.

Puluhan ribu pil itu disita terhitung sejak April 2020 hingga awal Juni 2020. Selain itu polisi juga mengamankan 8 tersangka pengedar dan penjual obat.

Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan, obat batuk di Kabupaten Bengkulu Selatan diduga dikonsumsi secara berlebihan oleh kalangan remaja, sehingga menimbulkan efek mabuk.

"Barang bukti dan tersangka telah diamankan," kata Sudarno, saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (6/6/2020).

Efek dari konsumsi obat batuk tersebut, kata Sudarno, dapat menimbulkan halusinasi dan ketergantungan. Di mana salah satu remaja sudah diduga sudah ketergantungan obat tersebut.

Tidak hanya itu, lanjut Sudarno, efek buruk lainnya adanya tindakan kriminal yang terungkap dilakukan dua remaja. Aksi kriminal itu dipicu lantaran ingin membeli salah satu merek obat batuk untuk 'fly'.

"Efek lainnya juga ada kasus remaja nekat mengancam pembunuhan terhadap orangtuanya karena butuh uang untuk membeli obat tersebut," ujar Sudarno.

Baca Juga : Belum Saatnya Membuka Kembali Sekolah

Dari 8 tersangka yang diamankan, sambung Sudarno, satu satunya merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT). Di mana mereka merupakan pengedar sekaligus penimbun salah satu obat batuk. "Tersangka dikenakan dengan UU kesehatan RI no 36 tahun 2009, karena tidak punya izin untuk mengedarkan obat-obatan berdasarkan ketentuan yang berlaku," pungkas Sudarno.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini