Tidak Ada Biaya, Pelajar Korban Penusukan dengan 9 Luka Dirawat di Rumah

Era Neizma Wedya, iNews · Senin 08 Juni 2020 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 609 2226491 tidak-ada-biaya-korban-penusukan-dengan-9-luka-dirawat-di-rumah-blYL34nMRk.jpg Kapolres Lubuklinggau AKPB Mustofa menjenguk korban penusukan/Foto: Era Neizma Wedya-iNews

LUBUKLINGGAU - Masih ingat dengan kasus seorang pelajar SMP DJ (14) yang ditusuk hingga mengalami luka 9 lubang oleh teman laki-lakinya, G (17) seorang pelajar SMK di Kota Lubuklinggau. Kini korban terpaksa dirawat di rumah karena tidak memiliki biaya.

Korban yang tinggal di rumah kontrakan di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, masih terbaring lemah dan butuh uluran tangan. Ia memilih berobat di rumah kontrakannya setelah tak mampu membayar biaya perawatan di Rumah Sakit dr Sobirin Musi Rawas.

Berdasarkan informasi, korban sempat tertahan di rumah sakit, karena tidak mampu melunasi biaya pengobatan yang lumayan besar.

Baca juga: Pelajar SMK Tusuk Teman Wanitanya Lalu Curi Uang Rp40 Ribu untuk ke Warnet

Kemudian Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa yang mendapatkan laporan tersebut bersama dengan Kasat Reskrim AKP Alex, Lurah dan Bhabinkamtibmas Marga Rahayu mendatangi rumah korban untuk memberikan bantuan biaya pengobatan Rp5 juta.

“Memang, awalnya korban tidak bisa keluar dari rumah sakit, namun ada yang menjamin akhirnya bisa pulang, dengan catatan harus mengangsur pelunasan tunggakan di rumah sakit," kata Mustofa, Senin (8/6/2020).

Kebetulan jajaran Polres Lubuklinggau melakukan kunjungan ke rumah korban sembari memberikan uang tali asih untuk meringankan biaya pelunasan tunggakan di rumah sakit.

"Semoga apa yang kami serahkan ini dapat meringankan beban, minimal bisa digunakan untuk angsuran pertama. Kemudian saya akan komunikasikan lagi dengan keluarga pelaku supaya juga ikut membantu," ujarnya.

Ditambahkan Mustofa, ia sudah perintahkan Kasat Reskrim berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencarikan solusi pembayaran. "Selama proses itu, kami membantu sekedarnya agar korban dapat tetap berobat jalan" jelas Kapolres.

Diketahui bahwa pada tanggal 26 Mei 2020 korban DJ dijemput pelaku yang mengajaknya ke TKP melalui akun messengger media sosial. Setiba di TKP tepatnya di Villa kedua diatas kaki bukit sulap, Pelaku G mengajak korban DJ turun kebawah, namun Korban DJ menolak.

Karena sudah mempunyai dendam sakit hati tidak dipinjamkan uang oleh korban, pelaku secara membabi buta menusuk korban DJ dengan pisau sebanyak 9 tusukan. Lalu pelaku merampok barang milik korban yaitu HP, Power Bank dan Uang senilai Rp40 ribu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kritis dan dirawat di Rs. Dr Soebirin.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini