Dipercaya Hasil Gabah Padi Meningkat
Sementara itu, salah satu Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gambung Jaya Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu, Syahabudin mengatakan, areal persawahan di Kelurahan Panorama, Dusun Besar dan sekitarnya mayoritas masih digarap masyarakat Lembak. Sehingga, tradisi ini masih dihelat menjelang panen raya di daerah ini.
Tradisi kenduri nasi santan, kata pria kelahiran 1955 ini, membuat masyarakat Lembak percaya jika hasil gabah padi bisa meningkat setiap musim panen, dan terhindar dari berbagai macam serangan hama penyakit.
Areal persawahan di Kelurahan Panorama dan Dusun Besar, sampai Syahabudin, tidak kurang dari ribuan Hektare (Ha). Untuk Gapoktan Gambung Jaya, kata Syahabudin, memiliki anggota 23 orang. Di mana 23 orang itu memiliki luasan areal persawahan sekira 13,7 Ha.
Setiap anggota, jelas dia, memiliki areal persawahan bervariasi. Mulai dari satu Ha, setengah Ha, seperempat hektare, sampai dua per tiga Ha areal persawahan.
Areal persawahan itu ditanami padi secara keseluruhan dengan bibit bervariasi. Mulai dari bibit jenis Mekongga, IR, Pandan Wangi dan Cigeulis.
Setiap musim panen, lanjut Syahabudin, untuk satu Ha lahan bisa menghasilkan 5,4 ton gabah. Jika setengah Ha lahan petani bisa menghasilkan gabah padi sekira 2,7 ton gabah kering.
Hasil gabah tersebut, jelas Syahabudin, tergantung dengan hama penyakit yang sedang menyerang tanaman padi pada setiap musim turun tanam.
''Satu hektare lahan bisa mendapatkan 120 karung beras ukuran 45 kg,'' kata Syahabudin.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.