Kisah Taubat Pencandu Narkoba, Minum Air Cucian Kaki Ibu Usai Keluar Penjara

Taufik Budi, Okezone · Kamis 25 Juni 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 512 2236226 kisah-taubat-pencandu-narkoba-minum-air-cucian-kaki-ibu-usai-keluar-penjara-cbFTuKgKSc.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

DEMAK - Dandanannya terlihat rapi dengan rambut klimis. Kegemarannya mengenakan sepatu pantofel memberi kesan formal pada pria ini. Sementara kacamata yang selalu menempel di wajah seolah ingin menyembunyikan sorot pandangannya.

Sebut saja Rangga Leksana (nama samaran), pria asal Blora yang kini tinggal di Demak, Jawa Tengah. Namanya banyak dikenal bukan hanya kalangan pegawai pemerintah namun juga aparat keamanan. Tak ketinggalan, tenar pula di dunia hitam-narkoba.

Bukan waktu sebentar Rangga mengenal beragam jenis narkoba. Baginya, dulu, benda yang diharamkan tersebut ibarat kebutuhan pokok dan mesti dikonsumsi sebagai penambah stamina sekaligus mengencerkan pemikiran.

Selama bertahun-tahun menjadi budak narkoba. Sabu dan aneka jenis pil telah bercampur dalam aliran darahnya. Bukan hal yang aneh bila narkoba telah meracuni dirinya, maka minuman keras juga kerap kali menjadi pendampingnya.

Baca Juga: Kisah Bandar Sabu Paling Jujur saat Ditangkap Polisi 

Banyak kisah pilu saat menjadi pecandu narkoba. Pada awalnya masih terasa indah dan mudah. Sebagai anak pensiunan pegawai, maka uang bukan persoalan. Apalagi, Rangga juga dikenal cerdas dan ulet untuk mencari tambahan penghasilan.

Jerat narkoba masih membelenggunya ketika memutuskan untuk berumah tangga. Berperan sebagai suami dan bapak bagi anak-anaknya tetap dilakukan di rumah. Namun di sela-selanya, jaringan pengedar narkoba terus membelitnya hingga tak kuasa untuk berhenti jadi pecandu.

Usahanya untuk menutupi candu narkoba pada akhirnya terbongkar. Pria yang dikenal kalem dan cerdas itu mendadak didatangi polisi karena berurusan dengan narkoba jenis sabu. Menjalani masa kurungan di penjara menjadi potret gelap baginya bersama keluarga.

"Dari balik penjara saya bertekad untuk tidak lagi makai (sabu). Saya kasihan saya anak dan istri termasuk ibu saya di rumah. Sedih banget kalau mengingat mereka," kata Rangga mengawali ceritanya, Kamis (25/6/2020).

Setelah bebas, kisahnya, dia bergegas pulang untuk menemui ibu. Perempuan yang sembilan bulan mengandung dan melahirkannya. Sebelum bertemu, dia masuk ke kamar mandi sambil membawa seember air.

Baca Juga: Kepala BNN: Penyalahgunaan Narkotika Meningkat 0,03% 

Berlinang air mata, Rangga menyampaikan permohonan maaf. Berjanji tak mengulangi lagi. Perempuan paruh baya yang melahirkannya itu pun dipeluk erat, seraya mendudukkan di kursi. Ember air diraihnya untuk mencuci kaki ibu. Air mata deras mengalir dari ibu dan anak itu.

"Kemudian air bekas cucian kaki ibu itu saya minum. Nyesel banget, mengecewakan ibu saya," katanya bergetar dan air bening mengalir dari balik kacamata hitamnya.

Tampaknya cerita kelam narkoba belum berakhir. Rangga ternyata kembali masuk dalam jerat narkoba. Jaringan pengedar tak ingin Rangga lolos selepas dari penjara. Beragam modus dilakukan hingga ia lagi-lagi menjadi pecandu.

"Padahal saat itu saya sudah membangun usaha makanan. Sudah ramai, banyak pelanggannya. Omzet sudah besar, mungkin karena itu pula, saya merasa memiliki uang jadi ya buat beli sabu," tutur dia.

Usaha makanan yang dibangun dengan modal bongkar uang tabungan pun tumbang. Gerai yang buka sejak pagi hingga malam, tutup. Beberapa karyawan terpaksa dipulangkan dengan pesangon seadanya.

"Semuanya habis. Saya sudah tidak punya apa-apa. Beruntung istri masih kerja sehingga kebutuhan sehari-hari masih ketutup. Ini saya tak lagi kerja seperti dulu. Sudah beralih biar enggak komunikasi lagi dengan lingkungan narkoba seperti dulu," ungkapnya.

Pada peringatan Hari Antinarkoba Internasional, Rangga meneguhkan hati untuk tak lagi tercebur di lembah hitam narkoba. Dia pun tak ingin anak-anaknya mengikuti jejak buruknya.

"Ya itu semua masa lalu. Kini sudah tidak lagi bersentuhan dengan barang-barang itu. Haram. Jadi narkobaer tibat," pungkas Rangga sambil terkekeh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini