UU Keamanan Nasional Disahkan, Aktivis Pro-Demokrasi: Ini Tandai Akhir dari Hong Kong

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 12:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 18 2238732 uu-keamanan-nasional-disahkan-aktivis-pro-demokrasi-ini-tandai-akhir-dari-hong-kong-fInc33rppb.jpg Foto: Reuters.

HONG KONG - China pada Selasa (30/6/2020) mengesahkan undang-undang keamanan kontroversial yang memberikannya kewenangan baru atas Hong Kong, memicu kekhawatiran akan perubahan radikal di bekas koloni Inggris tersebut.

Bulan lalu China mengejutkan Hong Kong saat mengumumkan akan mengkriminalisasi tindakan suberversi, separatisme, terorisme, atau kolusi dengan pihak asing. Langkah itu diambil setelah Hong Kong diguncang rangkaian protes tahun lalu, yang dipicu oleh undang-undang ekstradisi.

Para kritikus mengatakan undang-undang baru ini menjadi ancaman yang lebih besar terhadap identitas Hong Kong. Banyak yang memperingatkan bahwa undang-undang keamanan nasional ini akan merusak kebebasan independensi Hong Kong dan kebebasan unik yang saat ini dinikmati di kota itu dan tidak terlihat di daratan China.

BACA JUGA: Pemimpin Hong Kong: UU Keamanan Nasional Tak Ancam Prinsip "Satu Negara Dua Sistem"

Hong Kong dikembalikan ke China dari kontrol Inggris pada 1997, tetapi berdasarkan perjanjian khusus yang menjamin hak-hak tertentu di wilayah otonomi itu selama 50 tahun.

Undang-undangan itu menuai kecaman keras dari dunia internasional, terutama negara-negara Barat, dan memicu demonstrasi di Hong Kong sejak diumumkan oleh Beijing pada Mei.

Diwartakan Reuters, rancangan undang-undang itu tidak diumumkan kepada publik sebelum disahkan, yang berarti sebagian besar orang di kota itu tidak akan melihat rincian langkah-langkah yang sekarang harus mereka patuhi. Media pemerintah diprediksi akan memublikasikan rincian undang-undang itu di hari yang sama.

China mengatakan undang-undang diperlukan untuk mengatasi kerusuhan dan ketidakstabilan di kota dan menolak kritik sebagai campur tangan dalam urusannya. Namun, aktivis pro-demokrasi Hong Kong, Joshua Wong menyebut undang-undang itu akan menjadi “akhir dari Hong Kong”.

BACA JUGA: Demonstrasi Pecah di Hong Kong Memprotes UU Keamanan Usulan China

"Ini menandai akhir Hong Kong yang dunia ketahui sebelumnya," kata Wong di Twitter.

Beijing diperkirakan akan mendirikan kantor keamanan nasional di Hong Kong untuk pertama kalinya untuk "mengawasi, membimbing, dan mendukung" pemerintah kota. Beijing juga dapat menggunakan yurisdiksi untuk kasus-kasus tertentu.

Hakim untuk kasus keamanan diharapkan ditunjuk oleh kepala eksekutif kota. Hakim senior sekarang mengalokasikan daftar nama melalui sistem peradilan independen Hong Kong.

Tidak jelas kegiatan spesifik apa yang harus dilakukan ilegal, seberapa tepat mereka didefinisikan atau hukuman apa yang mereka bawa.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini