10.572 Rumah Terdampak Banjir di Wajo

Agregasi Sindonews.com, · Senin 13 Juli 2020 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 609 2245741 10-572-rumah-terdampak-banjir-di-wajo-KRSn4XYGJS.jpg Banjir di Wajo. Foto: Reza Fahlevi-Sindonews

WAJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo melaporkan 10.572 rumah terkena dampak banjir. Rumah tersebut menyebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Dari data yang BPBD Wajo tercatat 10.572 rumah yang terdampak banjir dan 258 rumah terendam,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Wajo Andi Muslihin Muslihin sebagaimana.

“Warga yang terkena dampak banjir telah di evakuasi di tempat pengungsian yang di sediakan oleh pemerintah. Namun sebagiannya lagi memilih mengungsi di rumah keluarga masing-masing," tambahnya sebagaimana dikutip dari Sindonews.

Imbas banjir itu sebanyak 500 warga yang terdiri dari 154 kepala keluarga terpaksa mengungsi pada Senin (13/7/2020).

Lebih lanjut secara rinci banjir merendam 37 desa dan 19 kelurahan di tujuh kecamatan, yaitu di Kecamatan Tempe, Sabbangparu, Pammana, Belawa, Tanasitolo, Bola, dan Sajoanging.

Baca Juga: Banjir di Kalsel Rendam 1.349 Rumah dan Robohkan Satu Jembatan

Banjir itu diakibatkan intensitas hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir. Kondisi itu diperparah dengan kiriman air dari hulu. Ketinggian air bervariasi dengan, yang terparah 70 centimer.

Selain merendam ratusan rumah warga, banjir juga merendam sejumlah jalan yanga berada di Kabupaten Wajo, bahkan Jalan Trans nasional Wajo-Bone Kilometer 17, tepatnya di Desa Pallawarukka, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo terputus akibat banjir.

Tidak hanya jalan trans nasional, beberapa ruas jalan desa dan jalan kabupaten di sejumlah titik tergenang air setinggi 20- 30 cm.

Selain itu banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum (fasum) di sejumlah wilayah, seperti jembatan yang berada di Kampung Nyelle, Kecamatan Pammana dan tanggul Sungai Walannae di Ujungpero jebol 10 meter.

Baca Juga: Banjir Rendam 8 Desa di Konawe Utara, Akses Jalan Terputus

"Intinya ada beberapa titik tanggul Sungai Walannae yang jebol akibat tergerus arus sungai. Assesment dan penyaluran bantuan terhadap korban banjir terus dilakukan. Ketinggian air diperkirakan meningkat mengingat intensitas hujan meningkat belakangan ini," tuturnya.

Salah seorang warga Pammana yang terdampak banjir, Muh Fadli, mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah dinilai belum mampu mencukupi kebutuhan warga yang terkena dampak banjir.

Selain itu, pemerintah diminta sigap dalam menyediakan fasilitas layanan kesehatan bagi warga, sebab pada musim penghujan kesehatan masyarakat akan mudah terganggu.

"Bantuan yang ada saat ini masih belum mencukupi, kami harap pemerintah juga menyediakan fasilitas kesehatan, sebab warga yang tekena dampak banjir rentan terserang penyakit," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini