Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Rumah Warga di Lamandau Kalteng Terendam Banjir

Sigit Dzakwan , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2020 |20:18 WIB
Ribuan Rumah Warga di Lamandau Kalteng Terendam Banjir
Banjir menerjang permukiman warga Lamandau, Kalimantan Tengah (Foto: iNews)
A
A
A

LAMANDAU - Banjir parah terjadi di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Banjir merendam 3.030 rumah dan terpaksa membuat 4.500-an jiwa harus mengungsi.

Banjir ini terparah dalam 10 tahun terakhir. Sebab merendam 53 desa di 8 kecamatan. Banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir dan diperparah air kiriman dari hulu sungai Arut.

Ketinggian air mencapai 8 meter. Warga diungsikan ke tempat yang lebih aman dan juga ke rumah sanak saudara yang rumahnya aman dari banjir. Tampak rumah rumah hanya terlihat atapnya saja.

Banyak fasilitas umum yang sudah terendam banjir, seperti masjid, gedung sekolah, dan kantor pelayanan kesehatan. Warga yang terdampak saat ini sangat memerlukan bantuan, seperti air bersih, makanan siiap saji, pakaian dan selimut.

Baca Juga: Banjir Rendam 17.000 Rumah di Wajo, Warga Butuh Bantuan Sembako 

Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau berjibaku membantu warga yang terdampak banjir seperti mengevakuasi warga, mendirikan posko pengungsian dan memberikan makanan siap saji karena fasilitas dapur warga sudah tidak dapat difungsikan lagi akibat terendam banjir. Sudah ratusan warga yang mengungsi di tempat pengungsian selama dua hari terakhir ini.

“Pemerintah daerah bersama dinas terkait dan BPBD menyiapkan langsung tempat penampungan bagi warga yang ingin mengungsi,” ujar Bupati Lamandau, Hendra Lasmana, Jumat (17/7/2020).

Pemerintah Kabupaten Lamandau mengimbau warga agar tetap berhati-hati karena menurut BMKG hujan masih terus terjadi yang berpotensi air banjir masih terus naik.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement